Infeksi Candida albicans pada rongga mulut dapat menimbulkan ketidaknyamanan, sementara penggunaan antifungi sintetis jangka panjang berisiko menyebabkan efek samping dan resistensi. Daun sirih merah (Piper crocatum) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan memformulasi sediaan mouthwash spray ekstrak etanol daun sirih merah serta mengevaluasi aktivitas antifungi terhadap Candida albicans menggunakan metode difusi sumuran pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, kejernihan, dan pola penyemprotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memenuhi parameter evaluasi fisik yang meliputi uji organoleptik (warna, bau, dan bentuk), pH, viskositas, kejernihan, serta pola penyemprotan. Aktivitas antifungi ditunjukkan melalui zona hambat yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak, yaitu masing-masing sebesar 4,57 mm; 5,56 mm; dan 6,66 mm. Kontrol negatif tidak menunjukkan adanya aktivitas, sedangkan kontrol positif ketokonazol menghasilkan zona hambat sebesar 12,03 mm. Konsentrasi 15% menunjukkan hasil paling optimal dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans dalam sediaan mouthwash spray. Hasil ini menunjukkan peningkatan aktivitas antifungi seiring kenaikan konsentrasi ekstrak. Ekstrak etanol daun sirih merah dapat dikembangkan sebagai bahan aktif mouthwash spray antifungi alami.
Copyrights © 2026