Latar Belakang: Perkembangan anak usia prasekolah merupakan periode kritis yang dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas stimulasi dini yang diberikan oleh ibu sebagai pengasuh utama. Data menunjukkan bahwa prevalensi keterlambatan perkembangan anak di Indonesia masih menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pemangku kepentingan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stimulasi tumbuh kembang yang diberikan oleh ibu dengan perkembangan anak usia prasekolah di wilayah kerja Puskesmas Padang Matinggi Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 ibu yang memiliki anak usia 3–5 tahun, dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner stimulasi ibu tervalidasi dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar ibu (65,0%) memberikan stimulasi yang baik. Perkembangan anak yang sesuai ditemukan pada 60,0% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara stimulasi ibu dengan perkembangan anak (p = 0,003; OR = 5,25; 95% CI: 1,82–15,10). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas stimulasi tumbuh kembang oleh ibu dengan perkembangan anak usia prasekolah. Peningkatan kapasitas ibu dalam memberikan stimulasi yang tepat melalui program puskesmas merupakan intervensi strategis untuk optimalisasi perkembangan anak.
Copyrights © 2026