Bencana banjir bandang yang melanda Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, memberikan dampak serius pada sektor pendidikan berupa kerusakan fasilitas fisik dan trauma psikologis yang menurunkan motivasi belajar anak. Masalah spesifik yang dihadapi mitra adalah hilangnya perlengkapan alat tulis siswa serta terbatasnya akses edukasi yang mampu memulihkan kesiapan mental anak pascabencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memulihkan kondisi psikososial, meningkatkan kembali semangat belajar, serta menjaga keberlanjutan pendidikan anak melalui intervensi darurat yang terencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan dosen dan mahasiswa melalui tiga tahapan utama: persiapan kebutuhan logistik, pelaksanaan edukasi interaktif selama tiga hari, serta evaluasi respon partisipan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa distribusi paket alat tulis yang terdiri dari buku, alat gambar, dan perlengkapan sekolah lainnya berhasil memenuhi kebutuhan dasar belajar siswa. Indikator keberhasilan terlihat dari antusiasme dan partisipasi aktif anak-anak dalam sesi belajar bersama, di mana terjadi peningkatan kepercayaan diri dan pengurangan tanda-tanda trauma secara bertahap melalui pendekatan yang menyenangkan. Kesimpulannya, integrasi antara penyediaan sarana belajar fisik dan pendampingan edukatif merupakan strategi awal yang proporsional dan efektif dalam mendukung pemulihan pendidikan anak di situasi krisis.
Copyrights © 2026