Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Vol 6 No 1 (2026)

BENTUK PERSUASIF LAGU-LAGU KRITIK EKOLOGI TEATER JALANAN UNIVERSITAS KUNINGAN DI RUANG PUBLIK

Hidayat, Arip (Unknown)
Andriyana (Unknown)
Kautsar, Tifani (Unknown)
Adani, Khalid Naufal (Unknown)
Ramadona, Dea Cahaya (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 May 2026

Abstract

ABSTRAK: Artikel ini membahas bentuk-bentuk persuasif dalam lagu-lagu kritik ekologi yang dibawakan oleh Teater Jalanan Universitas Kuningan (UNIKU) pada pertunjukan publik, khususnya dalam karya “Air Untuk Anak Cucu”. Melalui analisis konten, retorika, dan konteks performatif, penelitian ini menyoroti bagaimana lirik berirama, simbolisme teatrikal, dan penggunaan ruang publik menjadi strategi advokasi lingkungan yang efektif. Teater Jalanan UNIKU mengangkat isu krisis air, tata ruang, serta kerusakan ekologi melalui bahasa lugas, metafora kuat, visual teatrikal, dan interaksi langsung dengan masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa lagu-lagu dan chant bersifat persuasif karena mampu menghadirkan pesan ekologis kompleks dalam format yang mudah diingat dan mudah diterima oleh publik yang beragam. Artikel ini menegaskan bahwa seni pertunjukan jalanan berperan sebagai media pendidikan lingkungan yang signifikan dan menjadi jembatan komunikasi antara isu ekologis dan partisipasi masyarakat. KATA KUNCI: Teater jalanan; kritik ekologi; komunikasi persuasif; ruang publik; performativitas; lagu protes; ekokritik. > PERSUASIVE FORMS OF ECOLOGICAL CRITICISM SONGS OF STREET THEATER OF KUNINGAN UNIVERSITY IN PUBLIC SPACES ABSTRACT: This article discusses the persuasive forms in ecological criticism songs performed by the Street Theater of the University of Kuningan (UNIKU) in public performances, especially in the work "Water for Children and Grandchildren". Through an analysis of content, rhetoric, and performative context, this study highlights how rhythmic lyrics, theatrical symbolism, and the use of public space become effective environmental advocacy strategies. UNIKU Street Theater raises the issue of water crisis, spatial planning, and ecological damage through straightforward language, strong metaphors, theatrical visuals, and direct interaction with the community. The findings show that songs and chants are persuasive because they are able to present complex ecological messages in a format that is memorable and easily accepted by a diverse public. This article confirms that street performing arts play a significant role as a medium of environmental education and become a bridge of communication between ecological issues and community participation. KEYWORDS: Street theater; ecological criticism; persuasive communication; public spaces; performativeness; protest songs; Ecocriticism.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

anafora

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) ...