Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan utama yang diperlukan dalam pembelajaran abad ke-21, yang memungkinkan peserta didik untuk mengumpulkan, menafsirkan, menganalisis, serta mengevaluasi informasi secara logis sehingga dapat menarik kesimpulan berdasarkan data yang akurat dan membuat keputusan yang tepat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model RADEC yang didukung LKPD terhadap keterampilan berpikir kritis serta membandingkan hasil belajar antara pembelajaran menggunakan RADEC berbantuan LKPD dan RADEC tanpa LKPD. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa dari total populasi 188 siswa SD Negeri 2 Banarjoyo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model RADEC berbantuan LKPD memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa (sig. 0,006 < 0,05), serta terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan tersebut (sig. 0,042 < 0,05). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model RADEC berbantuan LKPD lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dibandingkan dengan pembelajaran RADEC tanpa LKPD pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026