Latar Belakang: Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kualitas pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Permesinan Bubut di SMKN 6 Malang, yang ditunjukkan oleh rendahnya kedisiplinan kerja, ketidakteraturan penggunaan alat, serta belum optimalnya penerapan keselamatan kerja dan refleksi proses praktik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran mendalam melalui penerapan budaya kerja industri yang meliputi 5R/5S, kedisiplinan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penggunaan SOP, kontrol kualitas benda kerja, dan refleksi praktik. Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas XI Teknik Pemesinan. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian praktik, angket, jurnal refleksi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa meningkat dari 60,09 pada pra-siklus menjadi 74,78 pada siklus I dan 86,78 pada siklus II. Ketuntasan belajar meningkat dari 0,00% menjadi 59,38% dan mencapai 100,00% pada siklus II. Keterlaksanaan budaya kerja industri juga meningkat dari 59,20% menjadi 87,30%. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan budaya kerja industri efektif meningkatkan pembelajaran mendalam yang lebih bermakna, disiplin, dan berorientasi standar industri.
Copyrights © 2026