Kelapa merupakan komoditas perkebunan strategis di Desa Tanjung Glumpang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Namun, produktivitasnya masih rendah akibat pengelolaan kebun yang tradisional, usia tanaman yang sudah tua, serta keterbatasan pengetahuan petani mengenai teknik budidaya modern dan pengolahan produk turunan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi kelapa dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui program penyuluhan dan pendampingan teknis. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Technology Development yang meliputi tahap identifikasi masalah, penyuluhan, serta pendampingan langsung melalui metode sekolah lapang dan demonstrasi plot. Subjek kegiatan melibatkan 30 petani kelapa dengan dukungan dari tim mahasiswa sebagai tenaga pendamping lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan mampu memberikan solusi nyata terhadap kendala teknis budidaya di tingkat lahan. Terjadi peningkatan kapasitas intelektual dan keterampilan teknis petani secara signifikan yang diukur melalui analisis kuesioner, dengan kenaikan pengetahuan berkisar antara 20 persen hingga 50 persen, terutama pada aspek budidaya modern dan hilirisasi limbah kelapa. Dampak dari pengabdian ini adalah perubahan paradigma petani dalam manajemen kebun yang lebih intensif dan kesadaran dalam memperkuat kelembagaan kelompok tani untuk meningkatkan daya tawar pasar. Luaran yang diperoleh dari kegiatan ini mencakup peningkatan kompetensi mitra, draf artikel ilmiah, dan dokumentasi praktik teknologi tepat guna. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Desa Tanjung Glumpang berpotensi bertransformasi menjadi desa mandiri berbasis komoditas kelapa yang unggul dan kompetitif.
Copyrights © 2026