Perkembangan teknologi digital menuntut mahasiswa calon guru memiliki literasi digital yang memadai untuk memanfaatkan teknologi secara kritis, etis, dan produktif dalam konteks akademik maupun profesional. Tetapi, tingkat dan karakteristik literasi digital mahasiswa calon guru hingga kini belum banyak teridentifikasi secara empiris, khususnya pada program pendidikan guru sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat dan karakteristik literasi digital mahasiswa calon guru menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Instrumen berupa kuesioner skala Likert yang mengukur lima dimensi literasi digital: intensitas penggunaan internet, kemampuan penelusuran informasi, navigasi hipertekstual, evaluasi konten digital, dan penyusunan informasi. Subjek penelitian yaitu 284 mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Lamappapoleonro yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil menunjukkan literasi digital mahasiswa berada pada kategori cukup baik hingga baik, dengan kemampuan teknis yang relatif memadai. Tetapi, evaluasi konten digital dan pendalaman informasi akademik belum berkembang optimal. Penguatan literasi digital calon guru perlu diarahkan pada pengembangan berpikir kritis dan integrasi pengetahuan secara berkelanjutan dalam pendidikan keguruan.
Copyrights © 2026