Urgensi ini didasari oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi lingkungan pesisir sebagai sumber belajar, padahal kearifan lokal memiliki relevansi tinggi dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan menegaskan urgensi pengembangan media pembelajaran berbasis kearifan lokal di SDN 01 Saonek, Raja Ampat.. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan triangulasi data melalui observasi kelas, wawancara mendalam dengan guru, dan analisis dokumen pembelajaran. Data dianalisis menggunakan reduksi tematik dan penyajian naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh guru mengakui potensi kearifan lokal seperti cangkang kerang, rumput laut, dan tradisi nelayan sebagai sumber belajar kontekstual. Namun, implementasinya masih bersifat insidental dan belum terintegrasi dalam perencanaan pembelajaran. Observasi menunjukkan peningkatan antusiasme siswa ketika pembelajaran dikaitkan dengan konteks pesisir, tetapi tidak didukung oleh media pembelajaran yang sistematis. Selain itu, tidak ditemukan integrasi kearifan lokal dalam dokumen rencana pembelajaran. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara potensi dan praktik, sehingga diperlukan pengembangan panduan praktis dan prototipe media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih relevan, kontekstual, dan berkelanjutan di sekolah dasar wilayah pesisir.
Copyrights © 2026