Infodemik selama pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan global, terutama bagi kelompok lanjut usia yang lebih rentan terhadap misinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak infodemik terhadap warga lanjut usia di Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara tertulis melalui pertanyaan terbuka (open-ended) yang disebarkan menggunakan google form. Metode ini dipilih karena pada saat penelitian ini berlangsung diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia mengalami kecemasan akibat paparan informasi yang berlebihan serta kesulitan dalam memilah informasi yang kredibel. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya literasi digital dan tingginya ketergantungan pada sumber informasi yang kurang terpercaya, seperti grup WhatsApp dan media sosial. Hasi penelitian ini juga merekomendasikan penerapan pendekatan berbasis transparansi, partisipasi, dan kolaborasi dalam penanganan infodemik, termasuk peningkatan literasi digital bagi lansia serta optimalisasi peran pemerintah dalam penyediaan informasi yang akurat dan tepercaya. Dengan strategi yang tepat, dampak negatif infodemik dapat diminimalkan guna melindungi kesehatan mental dan kesejahteraan lansia.
Copyrights © 2026