Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kesadaran spiritual mahasiswa di tengah arus modernisasi pendidikan tinggi Islam yang lebih berorientasi pada aspek kognitif dibandingkan pembinaan moral dan ruhani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pendekatan spiritual mahasiswa yang tergabung dalam organisasi JQH Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta menganalisis pengalaman keagamaan mereka melalui perspektif Tazkiyat Al-Nafs (penyucian jiwa) menurut Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian adalah anggota aktif JQH Al-Mizan yang telah bergabung minimal satu tahun, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan fenomenologi meliputi epoche, horizontalization, dan sintesis makna esensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman spiritual mahasiswa muncul melalui aktivitas keagamaan rutin seperti tilawah, hadrah, dan dzikir bersama yang menumbuhkan ketenangan batin, keikhlasan, dan perubahan moral. Proses ini mencerminkan konsep mujahadah (perjuangan spiritual) dan riyadhah ruhaniyah (latihan kejiwaan) menurut Al-Ghazali, di mana keterlibatan religius secara terus-menerus membentuk refleksi diri dan kedekatan kepada Allah. Selain itu, kegiatan organisasi juga memperkuat kesadaran sosial, ukhuwah, dan tanggung jawab antaranggota. Kesimpulannya, pendekatan spiritual yang dikembangkan di JQH Al-Mizan menjadi model efektif dalam membentuk karakter religius, intelektual, dan spiritual mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Copyrights © 2025