Lutfiah Holifa Balkis
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Transformasi Nilai Pembentukan Religiusitas Santri melalui Program Takhassus Hafalan Al-Qur’an Lutfiah Holifa Balkis; Winda Islamitha Nurhamidah; Maesaroh Maesaroh; Aufa Fatchia Rahma; Dwi Ratnasari
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan spiritualitas dan karakter santri di tengah tantangan moral generasi muda Muslim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses pembentukan akhlak dan spiritualitas santri melalui program Takhassus hafalan Al-Qur’an dengan menggunakan perspektif teori Riyadhah Al-Nafs Al-Ghazali dan Tazkiyatun Nafs Ibn Qayyim Al-Jauziyyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Huffaz Lampung. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap kegiatan santri, sementara data sekunder dikumpulkan dari dokumen kurikulum, catatan kegiatan, dan laporan program. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Takhassus hafalan Al-Qur’an tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif santri dalam hafalan, tetapi juga membentuk kepribadian religius dan kesadaran spiritual melalui proses internalisasi nilai Qur’ani yang konsisten. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa program tahfiz merupakan bentuk pendidikan transformatif yang mengintegrasikan dimensi moral dan spiritual secara harmonis
Tantangan dan Rekomendasi Pengembangan Kecerdasan Spiritual: Perspektif Al-Quran melalui Lensa Teori Al-Attas dan Al-Ghazali Winda Islamitha Nurhamidah; Maesaroh Maesaroh; Amri Saputra; Nur Azizatul Haqiah; Lutfiah Holifa Balkis; Dwi Ratnasari
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.612

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengembangan kecerdasan spiritual dalam perspektif Islam dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Abu Hamid al-Ghazali. Konteks permasalahan penelitian berangkat dari krisis spiritual modern yang ditandai oleh dominasi materialisme, sekularisasi pengetahuan, serta melemahnya orientasi tauhid dalam kehidupan kontemporer. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, data penelitian dikumpulkan melalui penelusuran buku-buku primer karya al-Attas dan al-Ghazali, artikel jurnal bereputasi, serta kajian tafsir tematik terkait kecerdasan spiritual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi (content analysis). Selanjutnya, data dianalisis dengan teknik analisis tematik (thematic analysis) untuk mengidentifikasi kategori, pola gagasan, dan integrasi konsep antara kedua tokoh tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis spiritual terjadi karena pemisahan ilmu dari nilai-nilai tauhid, yang menyebabkan disorientasi moral dan hilangnya kedalaman makna hidup. Al-Attas menekankan pentingnya Islamisasi ilmu dan peneguhan adab sebagai fondasi pemurnian akal, sedangkan al-Ghazali menekankan tazkiyah al-nafs dan ihsan sebagai proses penyucian hati menuju kesadaran Ilahi. Integrasi keduanya menghasilkan model pengembangan kecerdasan spiritual yang menyeimbangkan dimensi intelektual, moral, dan spiritual. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendidikan berbasis Qur’ani yang menumbuhkan nilai-nilai adab, refleksi kritis, dan kesadaran ketuhanan untuk menjawab tantangan spiritual global masa kini
Pendekatan Spiritual Mahasiswa : Studi Fenomenologi Pada UKM JQH Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Lutfiah Holifa Balkis; Maesaroh Maesaroh; Winda Islamitha Nurhamidah; Nur Azizatul Haqiah; Amri Saputra; Sibawaihi Sibawaihi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.613

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kesadaran spiritual mahasiswa di tengah arus modernisasi pendidikan tinggi Islam yang lebih berorientasi pada aspek kognitif dibandingkan pembinaan moral dan ruhani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pendekatan spiritual mahasiswa yang tergabung dalam organisasi JQH Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta menganalisis pengalaman keagamaan mereka melalui perspektif Tazkiyat Al-Nafs (penyucian jiwa) menurut Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian adalah anggota aktif JQH Al-Mizan yang telah bergabung minimal satu tahun, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan fenomenologi meliputi epoche, horizontalization, dan sintesis makna esensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman spiritual mahasiswa muncul melalui aktivitas keagamaan rutin seperti tilawah, hadrah, dan dzikir bersama yang menumbuhkan ketenangan batin, keikhlasan, dan perubahan moral. Proses ini mencerminkan konsep mujahadah (perjuangan spiritual) dan riyadhah ruhaniyah (latihan kejiwaan) menurut Al-Ghazali, di mana keterlibatan religius secara terus-menerus membentuk refleksi diri dan kedekatan kepada Allah. Selain itu, kegiatan organisasi juga memperkuat kesadaran sosial, ukhuwah, dan tanggung jawab antaranggota. Kesimpulannya, pendekatan spiritual yang dikembangkan di JQH Al-Mizan menjadi model efektif dalam membentuk karakter religius, intelektual, dan spiritual mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Objektivasi Nilai-nilai Hadis dalam Pembentukan Perilaku Sosial Mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Maesaroh Maesaroh; Amri Saputra; Marhumah Marhumah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.614

Abstract

Fenomena yang diamati menunjukkan bahwa interaksi antara laki-laki dan perempuan di lingkungan kampus sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai keislaman, meskipun mahasiswa memahami batasan syariat. Penelitian ini mengidentifikasi korelasi antara pemahaman nilai-nilai agama Islam dan objektiviasnya dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali bentuk nyata living hadis di kehidupan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menafsirkan ajaran agama secara kontekstual, menganggap interaksi antar lawan jenis diperbolehkan selama sesuai adab dan niat yang benar. Penelitian ini berkontribusi terhadap Pentingnya studi living hadis dalam mengidentfifikasi bentuk objektivasi pemahaman mahasisswa Islam dalam prilaku sosial.
Internalisasi Nilai Hadis Pendidikan Anak di TPA Sambilegi: Kajian Living Hadis dalam Pembentukan Karakter Religius Anak Amri Saputra; Maesaroh Maesaroh; David Ricardo; Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Marhumah Marhumah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai-nilai hadis tentang pendidikan anak dalam praktik pembelajaran di TPA Sambilegi dengan perspektif living hadis. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya implementasi hadis-hadis Nabi sebagai pedoman pendidikan karakter anak, terutama dalam konteks lembaga pendidikan nonformal seperti TPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru ngaji dan pengurus TPA, observasi terhadap aktivitas belajar mengajar, serta dokumentasi kegiatan keagamaan. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, menggunakan teori habitus religius Pierre Bourdieu dan teori tindakan sosial berorientasi nilai Talcott Parsons sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang akhlak dan menuntut ilmu menjadi dasar utama dalam membentuk perilaku anak di TPA Sambilegi. Internalisasi nilai hadis dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan rutin seperti doa bersama, tadarusan, dan nasihat akhlak. Nilai-nilai hadis tersebut membentuk karakter anak yang sopan, hormat kepada guru, dan disiplin dalam beribadah. Namun demikian, penerapan nilai-nilai tersebut masih menghadapi tantangan, terutama pada anak usia dini yang memiliki tingkat kedisiplinan dan perhatian yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa living hadis di TPA Sambilegi menjadi wujud nyata transformasi ajaran profetik ke dalam praktik pendidikan yang kontekstual dan membumi dalam pembentukan karakter religius anak.  Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori habitus religius dan tindakan sosial berorientasi nilai dalam menjelaskan proses hidupnya hadis dalam konteks pendidikan anak nonformal, yang belum banyak dikaji sebelumnya.
Konsep Pengelolaan Waktu Menurut Al-Qur’an dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern Nur Azizatul Haqiah; Aufa Fatchia Rahma; Rofiatus Sa’adah; Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Dwi Ratnasari
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.642

Abstract

Penelitian ini menyelidiki gagasan manajemen waktu dari sudut pandang Al-Qur’an, dengan penekanan pada interpretasi Surat Al-‘Asr serta ayat-ayat yang terkait, dan kaitannya dengan kehidupan masa kini. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kajian literatur, penelitian ini memeriksa sumber utama seperti ayat-ayat Al-Qur’an dan data tambahan dari karya akademik. Teknik analisis diterapkan melalui penyederhanaan data, pengelompokan, penjelasan, serta verifikasi untuk menjamin ketepatan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa waktu dianggap sebagai titipan ilahi yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk beribadah, berbuat kebaikan, dan meningkatkan produktivitas, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-‘Asr ayat 1-3 dan QS. Al-Furqan ayat 62. Prinsip waktu Islam meliputi amanah dan tanggung jawab (penggunaan waktu untuk kegiatan bermanfaat dan pertanggungjawaban di akhirat), keseimbangan dunia-manajemen akhirat (tawazun untuk menghindari materialisme), serta efisiensi dan produktivitas (melalui nilai itqan dan iḥsan). Dalam konteks modern, khususnya pendidikan Islam, konsep ini diterapkan melalui perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi kegiatan belajar untuk membentuk karakter siswa yang disiplin dan berintegritas moral. Kesimpulannya, pengelolaan waktu berdasarkan Al-Qur’an mendorong generasi Muslim mencapai kesuksesan dunia-akhirat, menjadikan setiap momen sebagai sarana ibadah dan kemaslahatan umat. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam dinamika kehidupan kontemporer yang serba cepat.
Rekonstruksi Epistemologi Pendidikan Seks Islami Berbasis Living Hadis dalam Proyek Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka Maesaroh Maesaroh; Amri Saputra; Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Marhumah Marhumah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.643

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi pendidikan seks Islami berbasis Living Hadis dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka di SMP Muhammadiyah Karangampel Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Pendidikan seks Islami dipahami tidak hanya sebagai pengetahuan biologis, tetapi juga mencakup dimensi moral, spiritual, dan sosial yang berorientasi pada kesucian (ṭaharah) dan tanggung jawab (‘iffah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi lapangan dan analisis interpretatif, data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi pembelajaran berbasis hadis dalam kegiatan P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Living Hadis menjadi landasan epistemologi penting dalam membangun pendidikan seks Islami yang integratif dan kontekstual. Nilai-nilai hadis seperti ḥaya’ (malu), ghadd al-baṣar (menundukkan pandangan), dan ‘iffah (menjaga kehormatan diri) diinternalisasikan melalui proses internalisasi nilai, transformasi perilaku, dan rekontekstualisasi makna sesuai karakteristik peserta didik generasi Z. Implementasi nilai tersebut tampak dalam proyek P5 bertema “Batasan dan Persetujuan,” “Nilai dan Hak,” dan “Tubuhku Amanahku,” yang memadukan aspek spiritual, moral, dan sosial dalam pengalaman belajar. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran epistemologi pendidikan seks Islami dari pendekatan normatif-doktriner menuju model partisipatif dan reflektif berbasis pengalaman (experiential learning). Living Hadis berfungsi sebagai penghubung antara teks normatif dan praktik pendidikan yang relevan secara kontekstual, sejalan dengan konstruktivisme Islam yang menekankan pembentukan pengetahuan melalui pengalaman spiritual dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan model epistemologi pendidikan seks Islami berbasis Living Hadis, serta implikasi praktis bagi penyusunan kurikulum P5 yang Islami, humanis, dan sesuai kebutuhan moral generasi digital.
Internalisasi Nilai Akhlak Kebhinekaan dalam Pembelajaran Akidah Akhlak: Studi Penguatan Sikap Toleransi Peserta Didik Lutfiah Holifa Balkis; Mahmud Arif
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Strategi dan Transformasi Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v8i1.823

Abstract

The phenomenon of social, cultural, and religious diversity in Indonesia necessitates the strengthening of tolerance values in education, particularly through value-based learning in Islamic education. However, previous studies indicate that multicultural education tends to remain conceptual and has not sufficiently explored the process of internalizing diversity-based moral values in classroom practices. This study aims to analyze the process of internalizing diversity-based moral values in Aqidah Akhlak learning, the strategies employed by teachers, and their impact on students’ tolerance attitudes. This research adopts a descriptive qualitative approach conducted at MTsN 1 Lahat. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that value internalization is carried out through integrative approaches, teacher role modeling, habituation, and contextual learning that encourages inclusive social interaction. These findings highlight that value-based Aqidah Akhlak learning plays a strategic role in shaping students’ tolerant character. This study recommends the development of more systematic value-based learning models and further research in broader contexts to strengthen the implementation of multicultural education in Islamic education
The Internalization of Religious Moderation Values in Islamic Religious Education: A Study at SD Darma Bangsa Bandar Lampung Lutfiah Holifa Balkis; Muqowim Muqowim
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v6i1.29809

Abstract

This study aims to analyze the process of internalizing religious moderation values through Islamic Religious Education (PAI) learning in a multireligious school environment. This research is motivated by the urgency of strengthening religious moderation in education as a response to increasing intolerance and social diversity. The study employs a qualitative approach with a field research design conducted in an elementary school characterized by a multireligious background. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using interactive data analysis techniques. The results indicate that the internalization of religious moderation values is carried out through integrated learning processes, teacher role modeling, habituation, and social interactions among students. The learning emphasizes values such as tolerance, moderation, and justice, which are reinforced by an inclusive school environment. The multireligious setting provides real social experiences that enable students to understand and practice these values in their daily lives. As a result, students demonstrate inclusive attitudes, empathy, mutual respect, and moderate religious behavior. This study highlights that Islamic Religious Education in a multireligious school plays a strategic role in shaping students’ character and promoting harmonious coexistence in a diverse society.