Maesaroh Maesaroh
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALYSIS OF CONTEXT, INPUT, PROCESS, AND PRODUCT (CIPP) MODEL EVALUATION IN THE KIBAR GUIDANCE PROGRAM IN LEARNING TO READ AND WRITE AL-QUR’AN AT ELEMENTARY SCHOOL DURING COVID-19 Maesaroh Maesaroh; Muhammad Ghozali; Aqimi Dinana; Masnun Baiti; Sholihin Mahbub Fikri
JIP Jurnal Ilmiah PGMI Vol 8 No 1 (2022): JIP (Jurnal Ilmiah PGMI)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jip.v8i1.11625

Abstract

Penelitian ini menguraikan analisis evaluasi model CIPP (context, input, process dan product) pada program bimbingan KIBAR dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di SD Muhammadiyah Condongcatur Yogyakarta di masa covid-19. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif analitis. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tiga tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini yakni Kepala Sekolah, Ustadz/Ustadzah, dan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model evaluasi CIPP dilakukan dengan cara, pertama, pada tahap context dilakukan analisis permasalahan yang terjadi terkait kemampuan siswa dalam baca tulis Al-Qur’an dan perumusan solusi. Kedua, pada tahap input dilakukan kajian mengenai hambatan dan faktor-faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam baca tulis Al-Qur’an siswa dan menerapkan metode KIBAR seagai solusi. Ketiga, pada tahap proses dilakukan analisis efektivitas pelaksanaan program KIBAR yang secara umum dinilai sudah berjalan baik sesuai konsep namun terdapat hambatan. Selama covid-19, para guru mengalami kesulitan mengajar karena tidak tatap muka secara langsung. Keempat, pada tahap evaluasi produk dilakukan penilaian terhadap keberhasilan Program KIBAR yang secara umum sudah cukup baik. Namun masih terdapat kekurangan dalam hal keaktifan dan keseriusan beberapa siswa karena pembelajaran daring tidak efektif. Kekurangan-kekurangan yang terjadi dievaluasi dan menjadi bahan penyempurnaan program KIBAR secara terus-menerus. Melalui Evaluasi model CIPP, pendekatan KIBAR dinilai dapat membantu peningkatan kefasihan peserta didik dalam membaca Al-Qur'an namun di masa covid-19 tidak semaksimal pembelajaran tatap muka.
Transformasi Nilai Pembentukan Religiusitas Santri melalui Program Takhassus Hafalan Al-Qur’an Lutfiah Holifa Balkis; Winda Islamitha Nurhamidah; Maesaroh Maesaroh; Aufa Fatchia Rahma; Dwi Ratnasari
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan penguatan spiritualitas dan karakter santri di tengah tantangan moral generasi muda Muslim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi proses pembentukan akhlak dan spiritualitas santri melalui program Takhassus hafalan Al-Qur’an dengan menggunakan perspektif teori Riyadhah Al-Nafs Al-Ghazali dan Tazkiyatun Nafs Ibn Qayyim Al-Jauziyyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Huffaz Lampung. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap kegiatan santri, sementara data sekunder dikumpulkan dari dokumen kurikulum, catatan kegiatan, dan laporan program. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Takhassus hafalan Al-Qur’an tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif santri dalam hafalan, tetapi juga membentuk kepribadian religius dan kesadaran spiritual melalui proses internalisasi nilai Qur’ani yang konsisten. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa program tahfiz merupakan bentuk pendidikan transformatif yang mengintegrasikan dimensi moral dan spiritual secara harmonis
Tantangan dan Rekomendasi Pengembangan Kecerdasan Spiritual: Perspektif Al-Quran melalui Lensa Teori Al-Attas dan Al-Ghazali Winda Islamitha Nurhamidah; Maesaroh Maesaroh; Amri Saputra; Nur Azizatul Haqiah; Lutfiah Holifa Balkis; Dwi Ratnasari
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.612

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengembangan kecerdasan spiritual dalam perspektif Islam dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an melalui pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Abu Hamid al-Ghazali. Konteks permasalahan penelitian berangkat dari krisis spiritual modern yang ditandai oleh dominasi materialisme, sekularisasi pengetahuan, serta melemahnya orientasi tauhid dalam kehidupan kontemporer. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, data penelitian dikumpulkan melalui penelusuran buku-buku primer karya al-Attas dan al-Ghazali, artikel jurnal bereputasi, serta kajian tafsir tematik terkait kecerdasan spiritual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi (content analysis). Selanjutnya, data dianalisis dengan teknik analisis tematik (thematic analysis) untuk mengidentifikasi kategori, pola gagasan, dan integrasi konsep antara kedua tokoh tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa krisis spiritual terjadi karena pemisahan ilmu dari nilai-nilai tauhid, yang menyebabkan disorientasi moral dan hilangnya kedalaman makna hidup. Al-Attas menekankan pentingnya Islamisasi ilmu dan peneguhan adab sebagai fondasi pemurnian akal, sedangkan al-Ghazali menekankan tazkiyah al-nafs dan ihsan sebagai proses penyucian hati menuju kesadaran Ilahi. Integrasi keduanya menghasilkan model pengembangan kecerdasan spiritual yang menyeimbangkan dimensi intelektual, moral, dan spiritual. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendidikan berbasis Qur’ani yang menumbuhkan nilai-nilai adab, refleksi kritis, dan kesadaran ketuhanan untuk menjawab tantangan spiritual global masa kini
Pendekatan Spiritual Mahasiswa : Studi Fenomenologi Pada UKM JQH Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Lutfiah Holifa Balkis; Maesaroh Maesaroh; Winda Islamitha Nurhamidah; Nur Azizatul Haqiah; Amri Saputra; Sibawaihi Sibawaihi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.613

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kesadaran spiritual mahasiswa di tengah arus modernisasi pendidikan tinggi Islam yang lebih berorientasi pada aspek kognitif dibandingkan pembinaan moral dan ruhani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pendekatan spiritual mahasiswa yang tergabung dalam organisasi JQH Al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta menganalisis pengalaman keagamaan mereka melalui perspektif Tazkiyat Al-Nafs (penyucian jiwa) menurut Al-Ghazali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian adalah anggota aktif JQH Al-Mizan yang telah bergabung minimal satu tahun, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan fenomenologi meliputi epoche, horizontalization, dan sintesis makna esensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman spiritual mahasiswa muncul melalui aktivitas keagamaan rutin seperti tilawah, hadrah, dan dzikir bersama yang menumbuhkan ketenangan batin, keikhlasan, dan perubahan moral. Proses ini mencerminkan konsep mujahadah (perjuangan spiritual) dan riyadhah ruhaniyah (latihan kejiwaan) menurut Al-Ghazali, di mana keterlibatan religius secara terus-menerus membentuk refleksi diri dan kedekatan kepada Allah. Selain itu, kegiatan organisasi juga memperkuat kesadaran sosial, ukhuwah, dan tanggung jawab antaranggota. Kesimpulannya, pendekatan spiritual yang dikembangkan di JQH Al-Mizan menjadi model efektif dalam membentuk karakter religius, intelektual, dan spiritual mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Objektivasi Nilai-nilai Hadis dalam Pembentukan Perilaku Sosial Mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Maesaroh Maesaroh; Amri Saputra; Marhumah Marhumah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.614

Abstract

Fenomena yang diamati menunjukkan bahwa interaksi antara laki-laki dan perempuan di lingkungan kampus sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai keislaman, meskipun mahasiswa memahami batasan syariat. Penelitian ini mengidentifikasi korelasi antara pemahaman nilai-nilai agama Islam dan objektiviasnya dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali bentuk nyata living hadis di kehidupan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menafsirkan ajaran agama secara kontekstual, menganggap interaksi antar lawan jenis diperbolehkan selama sesuai adab dan niat yang benar. Penelitian ini berkontribusi terhadap Pentingnya studi living hadis dalam mengidentfifikasi bentuk objektivasi pemahaman mahasisswa Islam dalam prilaku sosial.
Internalisasi Nilai Hadis Pendidikan Anak di TPA Sambilegi: Kajian Living Hadis dalam Pembentukan Karakter Religius Anak Amri Saputra; Maesaroh Maesaroh; David Ricardo; Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Marhumah Marhumah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses internalisasi nilai-nilai hadis tentang pendidikan anak dalam praktik pembelajaran di TPA Sambilegi dengan perspektif living hadis. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya implementasi hadis-hadis Nabi sebagai pedoman pendidikan karakter anak, terutama dalam konteks lembaga pendidikan nonformal seperti TPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru ngaji dan pengurus TPA, observasi terhadap aktivitas belajar mengajar, serta dokumentasi kegiatan keagamaan. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, menggunakan teori habitus religius Pierre Bourdieu dan teori tindakan sosial berorientasi nilai Talcott Parsons sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang akhlak dan menuntut ilmu menjadi dasar utama dalam membentuk perilaku anak di TPA Sambilegi. Internalisasi nilai hadis dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan rutin seperti doa bersama, tadarusan, dan nasihat akhlak. Nilai-nilai hadis tersebut membentuk karakter anak yang sopan, hormat kepada guru, dan disiplin dalam beribadah. Namun demikian, penerapan nilai-nilai tersebut masih menghadapi tantangan, terutama pada anak usia dini yang memiliki tingkat kedisiplinan dan perhatian yang beragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa living hadis di TPA Sambilegi menjadi wujud nyata transformasi ajaran profetik ke dalam praktik pendidikan yang kontekstual dan membumi dalam pembentukan karakter religius anak.  Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori habitus religius dan tindakan sosial berorientasi nilai dalam menjelaskan proses hidupnya hadis dalam konteks pendidikan anak nonformal, yang belum banyak dikaji sebelumnya.
Rekonstruksi Epistemologi Pendidikan Seks Islami Berbasis Living Hadis dalam Proyek Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka Maesaroh Maesaroh; Amri Saputra; Winda Islamitha Nurhamidah; Lutfiah Holifa Balkis; Marhumah Marhumah
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.643

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi pendidikan seks Islami berbasis Living Hadis dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka di SMP Muhammadiyah Karangampel Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Pendidikan seks Islami dipahami tidak hanya sebagai pengetahuan biologis, tetapi juga mencakup dimensi moral, spiritual, dan sosial yang berorientasi pada kesucian (ṭaharah) dan tanggung jawab (‘iffah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi lapangan dan analisis interpretatif, data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi pembelajaran berbasis hadis dalam kegiatan P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Living Hadis menjadi landasan epistemologi penting dalam membangun pendidikan seks Islami yang integratif dan kontekstual. Nilai-nilai hadis seperti ḥaya’ (malu), ghadd al-baṣar (menundukkan pandangan), dan ‘iffah (menjaga kehormatan diri) diinternalisasikan melalui proses internalisasi nilai, transformasi perilaku, dan rekontekstualisasi makna sesuai karakteristik peserta didik generasi Z. Implementasi nilai tersebut tampak dalam proyek P5 bertema “Batasan dan Persetujuan,” “Nilai dan Hak,” dan “Tubuhku Amanahku,” yang memadukan aspek spiritual, moral, dan sosial dalam pengalaman belajar. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran epistemologi pendidikan seks Islami dari pendekatan normatif-doktriner menuju model partisipatif dan reflektif berbasis pengalaman (experiential learning). Living Hadis berfungsi sebagai penghubung antara teks normatif dan praktik pendidikan yang relevan secara kontekstual, sejalan dengan konstruktivisme Islam yang menekankan pembentukan pengetahuan melalui pengalaman spiritual dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan model epistemologi pendidikan seks Islami berbasis Living Hadis, serta implikasi praktis bagi penyusunan kurikulum P5 yang Islami, humanis, dan sesuai kebutuhan moral generasi digital.