Penelitian ini bertujuan merekonstruksi epistemologi pendidikan seks Islami berbasis Living Hadis dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka di SMP Muhammadiyah Karangampel Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Pendidikan seks Islami dipahami tidak hanya sebagai pengetahuan biologis, tetapi juga mencakup dimensi moral, spiritual, dan sosial yang berorientasi pada kesucian (ṭaharah) dan tanggung jawab (‘iffah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi lapangan dan analisis interpretatif, data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi pembelajaran berbasis hadis dalam kegiatan P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Living Hadis menjadi landasan epistemologi penting dalam membangun pendidikan seks Islami yang integratif dan kontekstual. Nilai-nilai hadis seperti ḥaya’ (malu), ghadd al-baṣar (menundukkan pandangan), dan ‘iffah (menjaga kehormatan diri) diinternalisasikan melalui proses internalisasi nilai, transformasi perilaku, dan rekontekstualisasi makna sesuai karakteristik peserta didik generasi Z. Implementasi nilai tersebut tampak dalam proyek P5 bertema “Batasan dan Persetujuan,” “Nilai dan Hak,” dan “Tubuhku Amanahku,” yang memadukan aspek spiritual, moral, dan sosial dalam pengalaman belajar. Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran epistemologi pendidikan seks Islami dari pendekatan normatif-doktriner menuju model partisipatif dan reflektif berbasis pengalaman (experiential learning). Living Hadis berfungsi sebagai penghubung antara teks normatif dan praktik pendidikan yang relevan secara kontekstual, sejalan dengan konstruktivisme Islam yang menekankan pembentukan pengetahuan melalui pengalaman spiritual dan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengembangan model epistemologi pendidikan seks Islami berbasis Living Hadis, serta implikasi praktis bagi penyusunan kurikulum P5 yang Islami, humanis, dan sesuai kebutuhan moral generasi digital.
Copyrights © 2025