Beban administratif klerikal, khususnya penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Modul Ajar yang repetitif, telah teridentifikasi sebagai salah satu faktor kontributor terhadap kelelahan kerja (burnout) pada pendidik di sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintervensi masalah manajerial tersebut melalui pelatihan literasi dan numerasi menggunakan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) yang melibatkan 61 mahasiswa calon guru PGSD Universitas Cenderawasih. Evaluasi program menggunakan mixed-method sederhana, memadukan pengukuran statistik deskriptif (pre-test/post-test) dan pendekatan Natural Language Processing (NLP) menggunakan perangkat lunak LONTAR untuk mengekstraksi sentimen psikologis pasca-pelatihan. Hasil evaluasi kognitif menunjukkan peningkatan dari Mean 3,87 (SD=1,02) menjadi 4,57 (SD=0,50), diiringi dengan skor kebermanfaatan 4,90 dari 5,00. Analisis NLP mengonfirmasi bahwa 85,25% umpan balik partisipan didominasi oleh sentimen positif terkait efisiensi beban kerja. Temuan empiris memvalidasi bahwa keberadaan RPP terintegrasi dalam BPKP berpotensi memfasilitasi reduksi waktu persiapan mengajar, sehingga memberikan ruang kognitif yang lebih memadai bagi calon pendidik untuk berfokus pada pendekatan pedagogik di kelas awal.
Copyrights © 2026