Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Workshop Penggunaan Kartu Operasi Hitung Untuk Pembelajaran Materi Perkalian Faktor di SD Negeri Inpres Skouw Mabo, Jayapura Lidwina C. Maniboey; Aisyah Ali; Suwita Suwita; Siti Mudrikah
JURNAL PENGABDIAN PAPUA Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : LPPM Uncen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jpp.v9i3.4913

Abstract

This study aimed to optimize instruction in basic multiplication (multiplication of factors) at SDN Inpres Skouw Mabo, a public primary school located in the Indonesia–Papua New Guinea border area, through the use of Kartu Operasi Hitung (Arithmetic Operation Cards). The school has faced persistent challenges in addressing students’ difficulties with multiplication, which is a foundational concept in mathematics. Limited facilities and instructional resources have impeded the attainment of optimal understanding. Therefore, the introduction of a simple instructional manipulative - Arithmetic Operation Cards - was proposed to support a more visual and interactive learning process. The intervention consisted of teacher training on the use of the cards within mathematics lessons. The training covered both theoretical underpinnings and practical classroom strategies. Furthermore, direct classroom observations were conducted to evaluate the implementation of the manipulative and its influence on students’ understanding. The training and subsequent classroom implementation were expected to improve students’ understanding of multiplication and to strengthen their engagement with the learning process. Overall, these activities were intended to contribute positively to the quality of mathematics instruction at SDN Inpres Skouw Mabo. Moreover, the approach may inform the development of more interactive and enjoyable pedagogical methods and might contribute to efforts to enhance educational quality in border regions that often confront constraints in access and resources.
Implementasi Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) untuk Reduksi Beban Administratif dan Potensi Mitigasi Burnout Calon Guru SD Tifanny Shahnaz Rusli; Lidwina Cornelia Maniboey; Rispah Purba; Martijn van Driel; Raoda Ismail
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2196

Abstract

Beban administratif klerikal, khususnya penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Modul Ajar yang repetitif, telah teridentifikasi sebagai salah satu faktor kontributor terhadap kelelahan kerja (burnout) pada pendidik di sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintervensi masalah manajerial tersebut melalui pelatihan literasi dan numerasi menggunakan Buku Paket Kontekstual Papua (BPKP) yang melibatkan 61 mahasiswa calon guru PGSD Universitas Cenderawasih. Evaluasi program menggunakan mixed-method sederhana, memadukan pengukuran statistik deskriptif (pre-test/post-test) dan pendekatan Natural Language Processing (NLP) menggunakan perangkat lunak LONTAR untuk mengekstraksi sentimen psikologis pasca-pelatihan. Hasil evaluasi kognitif menunjukkan peningkatan dari Mean 3,87 (SD=1,02) menjadi 4,57 (SD=0,50), diiringi dengan skor kebermanfaatan 4,90 dari 5,00. Analisis NLP mengonfirmasi bahwa 85,25% umpan balik partisipan didominasi oleh sentimen positif terkait efisiensi beban kerja. Temuan empiris memvalidasi bahwa keberadaan RPP terintegrasi dalam BPKP berpotensi memfasilitasi reduksi waktu persiapan mengajar, sehingga memberikan ruang kognitif yang lebih memadai bagi calon pendidik untuk berfokus pada pendekatan pedagogik di kelas awal.
Workshop Kecerdasan Anak dalam Menggunakan Kartu Puzzle untuk Menemukan Rumus Luas Bangun Datar di Sekolah Dasar Lidwina Cornelia Maniboey; Tiffany Shahnaz Rusli
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dfdyeq58

Abstract

Matematika sebagai salah satu mata pelajaran dasar di tingkat pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis dan analitis siswa. Salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan pemahaman siswa adalah melalui penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Namun, kenyataannya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, khususnya dalam materi geometri dan penemuan rumus luas bangun datar. Kesulitan ini sering kali disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang menarik dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis puzzle serta untuk memperkenalkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Hasil dari pelaksanaan workshop menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan media pembelajaran inovatif, serta peningkatan pemahaman siswa terhadap materi bangun datar. Implementasi kartu puzzle berhasil memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran, meningkatkan pemahaman mereka terhadap rumus luas bangun datar, serta menjadikan pembelajaran matematika lebih menarik dan efektif. Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Penerapan Project-Based Learning IPA dengan Dukungan Papan Interaktif Digital untuk Meningkatkan Kreativitas dan Pembelajaran Mendalam Siswa SDN II Abepura Kota Jayapura Papua Golden Ringgo SC. Ayomi; Mamberuman Marthen Inggame; Daud Kaigere; Lidwina C. Maniboey; Alim Mutaqin; Jeklin novrianti aurellia Yansip; Waode Anisa; Golden Meriska Ayomi
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yqsb0p45

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan pembelajaran mendalam siswa pada mata pelajaran IPA melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) dengan dukungan papan interaktif digital di SDN II Abepura Kota Jayapura, Papua. Latar belakang kegiatan ini adalah kondisi pembelajaran IPA yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi pembelajaran yang dimiliki sekolah. Metode pelaksanaan PKM meliputi analisis kebutuhan, pelatihan guru tentang PjBL dan penggunaan papan interaktif digital, penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi di kelas, pendampingan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan angket sederhana yang memotret keterlibatan, kreativitas, dan kecenderungan pembelajaran mendalam siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan aktif siswa dalam diskusi dan kerja kelompok, munculnya produk-produk proyek IPA yang lebih kreatif, serta kemampuan siswa yang lebih baik dalam mengaitkan konsep IPA dengan fenomena lingkungan sekitar. Guru juga menunjukkan peningkatan kompetensi dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran inovatif berbasis proyek dan teknologi interaktif. Secara keseluruhan, penerapan PjBL berbantuan papan interaktif digital terbukti mampu menjadi alternatif strategi pembelajaran IPA yang efektif dan relevan untuk konteks sekolah dasar di Papua serta berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain dengan karakteristik serupa.
Consistency of the Base-Ten System in Counting-Grid Visuals: A Content Analysis of First-Grade Elementary School Mathematics Textbooks Lidwina Cornelia Maniboey; Tiffany Shahnaz Rusli; Rispah Purba; Alim Mutaqin
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v7i1.1467

Abstract

This study aims to analyze the consistency of the number bases used in counting-grid visual media in Grade 1 elementary school mathematics textbooks published by the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, and to formulate instructional media solutions that ensure such consistency. The analysis covered two textbooks, namely Tim Gakko Kasho (2021) and Wulan (2023). The study employed content analysis using a qualitative-descriptive approach. The findings indicate that Tim Gakko Kasho (2021) uses counting-grid media with inconsistent number bases, including bases 5, 7, 9, and 10. Some pages even present two different bases simultaneously. Meanwhile, Wulan (2023) uses a 2 × 5 grid format that structurally develops base 5 before base 10. Such inconsistencies in iconic representation may lead to misconceptions about number bases, conflicts in cognitive schemas, and long-term difficulties in mastering place value and arithmetic operations in subsequent grades. Drawing on the Concrete–Representational–Abstract (CRA) framework, which aligns with Bruner’s theory of representation, and supported by the theories of Van de Walle, Ma Liping, Clements and Sarama, Piaget, and Kilpatrick et al., this article recommends the use of a 1 × 10 counting-table card with buttons as concrete or enactive media, and a 1 × 10 counting-grid image completed with writing tools as semi-concrete or iconic media. These media are proposed as solutions to ensure consistent use of the base-ten system across all stages of representation.