Latar belakang: Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya penyakit akibat kerja, khususnya pada petugas pengelola sampah yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan limbah, debu, cairan, dan mikroorganisme berbahaya. Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang lembab dan penuh kontaminan dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan, terutama gangguan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan alat pelindung diri (APD) dan keluhan gangguan kulit pada petugas di TPA Antang Kota Makassar. Metode: Penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 50 responden, pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak menggunakan APD secara lengkap yaitu sebanyak 34 responden (68%), sedangkan yang menggunakan APD lengkap sebanyak 16 responden (32%). Selain itu, sebagian besar responden mengalami keluhan gangguan kulit yaitu sebanyak 32 responden (64%), sedangkan 18 responden (36%) tidak mengalami keluhan. Kesimpulan: Diharapkan petugas dapat meningkatkan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap dan sesuai standar saat bekerja guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan, khususnya gangguan kulit akibat paparan langsung dengan sampah.
Copyrights © 2026