Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi ekonomi Kesultanan Deli dari ekonomi agraris tradisional berbasis perdagangan lada menjadi ekonomi perkebunan tembakau yang berorientasi ekspor pada periode 1863–1942. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber buku, jurnal, dan literatur sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 1863 perekonomian Kesultanan Deli didominasi oleh kegiatan pertanian ladang serta perdagangan hasil hutan dan lada yang bersifat subsisten. Kedatangan Jacobus Nienhuys pada tahun 1863 menjadi titik awal perubahan besar dengan diperkenalkannya perkebunan tembakau komersial yang kemudian berkembang pesat melalui perusahaan Deli Maatschappij. Perkebunan tembakau tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi dan ekspor ke pasar internasional, tetapi juga memicu pembangunan infrastruktur modern, urbanisasi wilayah Medan, serta perubahan struktur sosial masyarakat. Di sisi lain, transformasi ini turut mengubah posisi politik Kesultanan Deli yang semakin bergantung pada pemerintah kolonial Belanda melalui sistem konsesi tanah dan royalti perkebunan. Dengan demikian, perubahan dari ekonomi lada menuju industri tembakau menunjukkan bagaimana kapitalisme kolonial mampu mengubah struktur ekonomi, sosial, dan kekuasaan lokal di Sumatera Timur.
Copyrights © 2026