Kesadaran masyarakat terhadap pangan fungsional mendorong perlunya edukasi mengenai teknologi pengolahan makanan yang bergizi dan higienis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan teknis pembuatan tempe yang memenuhi standar keamanan pangan kepada para santri. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Sehat Cancer Al-Qur’an (RSCA) Kota Makassar dengan melibatkan 12 santri sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan praktik langsung yang meliputi sosialisasi teori, demonstrasi praktis, pendampingan langsung, serta evaluasi melalui kuesioner. Nilai rata-rata pre-test 49,00 dan nilai rata-rata post-test 89,25 dengan rata-rata peningkatan sebesar 40,25 dan persentase kelulusan sebesar 100%. Hasil pengukuran kepuasan peserta sebesar 66,7% menilai materi sangat baik dan 55,5% menyatakan cara penyampaian materi sangat jelas dan mudah dipahami. Para santri berhasil mempraktikkan tahapan pembuatan tempe secara mandiri, mulai dari pemilihan biji kedelai hingga proses fermentasi menjadi produk tempe. Kegiatan ini berhasil mewujudkan pengembangan kecakapan hidup (life skills) santri dalam bidang bioteknologi pangan sederhana. Melalui program ini, diharapkan para santri mampu mencapai kemandirian pangan internal serta memiliki jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal di lingkungan pesantren. Sinergi antara tim pengabdi dan lembaga mitra diharapkan dapat terus berkesinambungan melalui diseminasi materi biologi yang lebih variatif di masa depan.
Copyrights © 2026