Pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran bahasa semakin berkembang, termasuk dalam bidang penerjemahan. Namun, penggunaan AI perlu diimbangi dengan kemampuan analisis linguistik agar mahasiswa tidak hanya menerima hasil terjemahan secara otomatis tanpa melakukan evaluasi kritis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan analisis linguistik mahasiswa Universitas Bosowa melalui pelatihan penerjemahan bahasa Mandarin–Indonesia berbantuan AI dengan pendekatan collaborative peer-review. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, praktik penerjemahan menggunakan AI, diskusi kelompok, peer-review, dan refleksi hasil terjemahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa secara dominan menggunakan Gemini AI dan Meta AI dalam proses penerjemahan. Peserta mengaku terbantu karena AI mampu mempercepat proses penerjemahan dan memberikan alternatif padanan kata. Namun, sebagian besar mahasiswa masih lebih menyukai penerjemahan manual karena dianggap menghasilkan terjemahan yang lebih akurat, terutama pada aspek konteks budaya, makna implisit, dan ketepatan linguistik. Hasil analisis linguistik menunjukkan adanya peningkatan skor pada beberapa kelompok, terutama pada aspek penalaran kritis, penyajian hasil analisis, serta kemandirian dan kreativitas. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi AI dan collaborative peer-review dapat meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi penerjemahan.
Copyrights © 2026