Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam aktivitas perikanan tangkap nasional. Dalam rangka menjamin keselamatan pelayaran dan operasional kapal perikanan yang sesuai standar, dilakukan pemeriksaan teknis dan nautis terhadap setiap kapal sebelum keberangkatan. Pemeriksaan ini menjadi syarat penting untuk memperoleh persetujuan berlayar (SPB) dari pihak Syahbandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dan prosedur pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan di PPS Nizam Zachman Jakarta, kesesuaian pemeriksaan kapal perikanan dengan standar yang telah ditetapkan, serta kendala atau hambatan yang dihadapi dalam proses pemeriksaan tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara dan kuesioner dengan 30 responden yaitu petugas Syahbandar dan pihak kapal (nahkoda/ABK/pengurus kapal). Data sekunder diperoleh dari dokumen SOP, sedangkan data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung terhadap pemeriksaan kapal serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur dan tahapan pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan di PPS Nizam Zachman Jakarta meliputi Persiapan Pemeriksaan, Pemeriksaan Teknis Dan Nautis Kapal, pemeriksaan Pengawakan, Pemeriksaan alat Penangkapan Ikan, Penetapan Hasil Dan Pelaporan serta pemeriksaan Formulir Pendukung. Dari 30 kapal yang diperiksa, Tingkat kepatuhan kapal terhadap standar teknis dan nautis mencapai 93%, dengan mayoritas aspek sudah sesuai, sebagian besar telah memenuhi standar yang ditetapkan dengan tingkat kepatuhan tinggi pada aspek alat tangkap, alat keselamatan, alat navigasi, komunikasi, permesinan, palka, pengawakan, dan tanda pengenal kapal (100% sesuai). Namun, masih terdapat kekurangan pada dokumen administratif (10% tidak sesuai) dan peralatan pemadam kebakaran (20% tidak sesuai). Selain itu, ditemukan beberapa kendala dalam proses pemeriksaan, seperti keterbatasan jumlah petugas, antrean kapal yang padat setelah libur panjang, jarak kapal yang jauh dari dermaga, serta faktor cuaca yang tidak mendukung.
Copyrights © 2026