Pendidikan adalah hak mendasar setiap warga negara dan kunci kemajuan suatu bangsa; namun, kesenjangan akses dan kualitas masih menjadi tantangan utama, khususnya di daerah terpencil dan di kalangan masyarakat adat seperti Suku Bunggu di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis model manajemen kemitraan publik-swasta yang diimplementasikan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi program bimbingan belajar bagi anak-anak Suku Bunggu. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data termasuk observasi dan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pasangkayu (anak perusahaan PT Astra Agro Lestari) telah berkolaborasi dengan PKBM Mapasitujue, pemerintah daerah, kepolisian, Kementerian Agama, dan tokoh masyarakat untuk menyelenggarakan program Kejar Paket A, B, dan C sejak Juli 2023, dengan 27 peserta. Model kemitraan ini didasarkan pada prinsip saling membutuhkan dan saling menguntungkan, dan melibatkan tahapan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.
Copyrights © 2026