Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pendidikan, terutama dalam perencanaan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, penyusunan asesmen, dan pemberian umpan balik kepada peserta didik. Meskipun demikian, pemanfaatan AI di lingkungan sekolah menengah masih menghadapi tantangan, terutama berkaitan dengan literasi digital guru, kemampuan menyusun instruksi atau prompt yang tepat, serta pemahaman etis dalam menggunakan teknologi generatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SMAN 5 Wajo dalam memanfaatkan AI, khususnya ChatGPT, untuk mendukung pembelajaran dan asesmen berbasis kebutuhan peserta didik. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, demonstrasi penggunaan aplikasi, praktik langsung, diskusi reflektif, serta evaluasi pemahaman peserta. Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep AI dalam pendidikan, penyusunan materi ajar berbasis capaian pembelajaran, pembuatan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), penyusunan rubrik penilaian, dan penggunaan AI secara bertanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memiliki antusiasme tinggi terhadap pemanfaatan AI karena teknologi ini dinilai mampu membantu efisiensi kerja pedagogis, memperkaya variasi pembelajaran, serta mendukung penyusunan asesmen yang lebih adaptif. Kegiatan ini juga mendorong perubahan cara pandang guru dari penggunaan teknologi sebagai alat bantu administratif menjadi mitra pedagogis yang perlu digunakan secara kritis, etis, dan kontekstual. Pelatihan ini merekomendasikan adanya pendampingan lanjutan agar pemanfaatan AI dapat diintegrasikan secara berkelanjutan dalam komunitas belajar guru dan program digitalisasi sekolah.
Copyrights © 2026