Pelestarian situs sejarah menghadapi tantangan besar yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang melibatkan Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Universiti Tun Abdul Razak (UNIRAZAK) Malaysia, dan Center for Information of Sumatra-Pasai Heritage (CISAH) di Aceh Utara bertujuan memperkuat pelestarian warisan budaya Kerajaan Samudra Pasai melalui pendekatan collaborative governance. Metode yang digunakan meliputi koordinasi antarlebaga, gotong royong membersihkan makam Sultan Malikussaleh, konservasi artefak, serta pembacaan inskripsi nisan. Mahasiswa dari kedua universitas berperan aktif dalam kegiatan edukatif dan kultural, termasuk tinggal bersama keluarga angkat untuk meningkatkan pemahaman lintas budaya. Hasilnya, kegiatan ini berhasil mempererat hubungan antarnegara, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya, serta memperkuat diplomasi budaya. Kesimpulannya, pengabdian ini menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi, masyarakat, dan lembaga pelestarian dalam keberlanjutan pelestarian budaya, serta memberikan contoh konkret penerapan collaborative governance dalam pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026