Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapanpembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) terintegrasi STEM pada materi aritmatika sosial.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di UPT SMP Negeri 27 Medandengan subjek siswa kelas VII-5. Instrumen penelitian berupa soal pretest dan posttest yang disusun berdasarkanenam indikator kemampuan berpikir kritis menurut Facione, yaitu interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi,eksplanasi, dan regulasi diri. Selain itu, penelitian juga mengembangkan perangkat pembelajaran berupa materiberbasis masalah, LKPD terintegrasi STEM, serta media berbasis web HTML “Simulator Aritmatika Sosial”.Validitas instrumen dianalisis menggunakan indeks Aiken’s V dan memperoleh kategori valid pada seluruh aspekpenilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada kondisi awal berada padakategori rendah dengan persentase keseluruhan sebesar 58,65%. Setelah penerapan pembelajaran berbasis masalahterintegrasi STEM, terjadi peningkatan pada seluruh indikator kemampuan berpikir kritis. Indikator interpretasimencapai 61,2% dan inferensi mencapai 60,42% dengan kategori sedang, sedangkan indikator lainnya berada padakategori rendah namun tetap mengalami peningkatan dibanding kondisi awal. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pembelajaran berbasis masalah terintegrasi STEM memberikan dampak positif terhadap kemampuanberpikir kritis siswa karena mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, danmenyelesaikan masalah kontekstual secara kolaboratif dan bermakna.
Copyrights © 2026