Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi pariwisata yang unik, mulai dari ekowisata mangrove, wisata bahari, hingga festival budaya seperti Cian Cui (Perang Air). Namun, kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat lokal masih belum optimal akibat berbagai tantangan geografis dan tata kelola. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan pariwisata berbasis komunitas (Community-Based Tourism/CBT) di Kabupaten Kepulauan Meranti guna mengakselerasi perekonomian masyarakat tempatan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBT di Kepulauan Meranti mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), menciptakan lapsangan kerja baru, dan menekan angka pengangguran. Namun, akselerasi wisata ini masih terhambat oleh keterbatasan infrastruktur aksesibilitas pulau, amenitas standar, serta minimnya literasi digital marketing pengelola. Penelitian ini merekomendasikan model kolaborasi pentahelix yang mengintegrasikan peran instansi pemerintah daerah, akademisi, swasta, komunitas, dan media untuk mengoptimalkan potensi wisata Meranti secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026