Sampah organik menjadi masalah lingkungan yang signifikan di Indonesia, termasuk di sekolah. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah ini dapat menyebabkan pencemaran dan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Artikel ini membahas program pengomposan sampah organik di UPTD SMA Negeri 3 Majene sebagai upaya mewujudkan Sekolah Hijau. Program yang dimulai pada September 2025 ini melibatkan siswa dan mahasiswa Asistensi Mengajar. Kegiatannya meliputi pengumpulan sampah organik dari kantin dan lingkungan sekolah, pencacahan manual, serta pengomposan menggunakan EM4 dan gula merah dalam drum bekas. Hasilnya, sekitar 60 kg sampah organik diolah menjadi 25 kg kompos matang berkualitas baik. Pemanfaatan kompos terbukti meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman di sekolah. Selain mengurangi sampah, program ini meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan. Kendala seperti keterbatasan alat pencacah dan wadah penyimpanan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program. Program ini menunjukkan bahwa pengomposan sampah organik tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan lingkungan yang efektif sesuai prinsip Sekolah Hijau.
Copyrights © 2026