Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Program Kompos Sampah Organik di UPTD SMA Negeri 3 Majene untuk Mendukung Sekolah Hijau: Pengabdian Hilda Hilda; Namira Namira; Nurhalizah Nurhalizah; Fatmawati Fatmawati; Shofiyyah Shofiyyah; Sarini Rasyid; Selfira Indrayanti; Sufyan Hakim; Muh. Yunus
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6872

Abstract

Sampah organik menjadi masalah lingkungan yang signifikan di Indonesia, termasuk di sekolah. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah ini dapat menyebabkan pencemaran dan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Artikel ini membahas program pengomposan sampah organik di UPTD SMA Negeri 3 Majene sebagai upaya mewujudkan Sekolah Hijau. Program yang dimulai pada September 2025 ini melibatkan siswa dan mahasiswa Asistensi Mengajar. Kegiatannya meliputi pengumpulan sampah organik dari kantin dan lingkungan sekolah, pencacahan manual, serta pengomposan menggunakan EM4 dan gula merah dalam drum bekas. Hasilnya, sekitar 60 kg sampah organik diolah menjadi 25 kg kompos matang berkualitas baik. Pemanfaatan kompos terbukti meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman di sekolah. Selain mengurangi sampah, program ini meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan. Kendala seperti keterbatasan alat pencacah dan wadah penyimpanan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program. Program ini menunjukkan bahwa pengomposan sampah organik tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan lingkungan yang efektif sesuai prinsip Sekolah Hijau.
Introduksi Teknologi Fermentasi pada Produksi Banana Paper (Baper) dari Limbah Gedebog Pisang Loka Pere bagi Pemuda Karang Taruna Desa Adolang: Introduction of Fermentation Technology in the Production of Banana Paper (Baper) from Loka Pere Banana Pseudostem Waste for Youth of Karang Taruna in Adolang Village Mufti Hatur Rahmah; Aisyah Aisyah; Muh. Irham Risaldi; Nur Aulia; Riska Aprianti; Muhammad Yusuf; Erwin Erwin; Hairunnisa Hairunnisa; Nurul Afifah Rahmadinah; Nurhalizah Nurhalizah
MALAQBIQ Vol. 4 No. 2 (2025): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Adolang bertujuan memberdayakan pemuda Karang Taruna melalui pelatihan produksi Banana Paper (Baper) berbasis limbah gedebog pisang Loka Pere. Pelatihan ini dirancang untuk menjawab masalah penumpukan limbah gedebog pisang yang belum dimanfaatkan sekaligus membuka peluang usaha kreatif ramah lingkungan bagi pemuda desa. Metode pelaksanaan meliputi pemetaan kebutuhan, penyampaian materi pengelolaan limbah, pelatihan teori dan praktik fermentasi menggunakan Trichoderma sp., pembuatan lembar Banana Paper (Baper), pengembangan produk turunan, serta sesi kewirausahaan dan pendampingan rencana usaha. Sebanyak 25 peserta dilibatkan dan dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk mempraktikkan seluruh tahapan produksi secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai dampak limbah dan konsep pemanfaatan serat non-kayu, serta keterampilan dalam melakukan fermentasi, mengolah pulp, dan menghasilkan lembar Banana Paper yang dapat dikembangkan menjadi produk seperti kartu, sampul buku, dan kemasan sederhana. Data angket skala Likert memperlihatkan seluruh peserta memberikan penilaian setuju dan sangat setuju terhadap relevansi materi, kejelasan penyampaian, manfaat praktik, serta kebermanfaatan sesi kewirausahaan, selaras dengan teori bahwa fermentasi dapat menjadi perlakuan biologis awal yang mendukung ekonomi sirkular. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa introduksi teknologi fermentasi yang diintegrasikan dengan pelatihan kewirausahaan mampu meningkatkan keterlibatan dan kapasitas pemuda dalam pengelolaan limbah serta dapat menjadi pendorong terbentuknya embrio usaha ramah lingkungan di tingkat desa.