Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman kesehatan utama di Indonesia, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak usia sekolah. Rendahnya literasi mengenai bio-imunitas tubuh dan kurangnya praktik sanitasi mandiri di lingkungan sekolah berpotensi mempercepat transmisi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan preventif dan keterampilan psikomotorik siswa di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Curug melalui edukasi bio-imunitas dan pelatihan pembuatan gel antiseptik alami. Intervensi dilakukan secara luring pada 78 siswa melalui penyuluhan interaktif "SATU TB" dan workshop peracikan gel antiseptik berbahan dasar lidah buaya, etanol, dan minyak atsiri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman kognitif siswa yang signifikan berdasarkan komparasi rata-rata pretest dan posttest (75,9% menjadi 89,7%), terutama pada pemahaman mekanisme penularan bakteri melalui droplet yang melonjak drastis dari 21,8% menjadi 85,9%. Peserta didik juga berhasil meracik produk sanitasi secara mandiri. Secara operasional, tingkat keterlaksanaan program dinilai Sangat Baik dengan indeks kepuasan rata-rata 4,40 dari skala 5,00, di mana profesionalisme tim pelaksana mendapat apresiasi tertinggi. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan terintegrasi antara edukasi biologi terapan dan teknologi tepat guna ini efektif memberdayakan siswa dalam mencegah penyebaran TBC secara mandiri. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat diintegrasikan melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) untuk menumbuhkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Copyrights © 2026