Keberagaman sosial, budaya, dan latar belakang peserta didik di lingkungan sekolah memerlukan penguatan pendidikan multikultural guna membangun hubungan interpersonal yang harmonis, toleran, dan inklusif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi kelompok, workshop interaktif, simulasi role play, studi kasus, dan refleksi pengalaman siswa terkait keberagaman dan hubungan sosial di sekolah. Peserta kegiatan berjumlah 32 siswa SMP IPTEK Kota Tangerang Selatan. Evaluasi program dilakukan melalui observasi, angket pre-test dan post-test, refleksi peserta, serta umpan balik guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai toleransi aktif dari 43,7% menjadi 84,3%. Sebanyak 81,2% siswa menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap dampak stereotip dan prasangka sosial dalam hubungan interpersonal. Selain itu, hasil observasi menunjukkan meningkatnya keterbukaan siswa dalam bekerja sama lintas kelompok pertemanan, meningkatnya kemampuan komunikasi interpersonal, serta menurunnya kasus miskomunikasi antar siswa dari 10–12 kasus menjadi 3–4 kasus setelah kegiatan berlangsung. Tingkat partisipasi siswa selama kegiatan mencapai sekitar 90%, menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif lebih efektif dalam membangun kesadaran sosial siswa dibandingkan metode penyuluhan satu arah.
Copyrights © 2026