Pendahuluan: Luka sayat merupakan kerusakan jaringan yang dapat menimbulkan infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Penggunaan bahan alam sebagai alternatif terapi luka semakin berkembang, salah satunya kunyit (Curcuma longa L.) yang mengandung kurkumin dan minyak atsiri dengan aktivitas antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Namun, formulasi sediaan topikal yang stabil masih menjadi tantangan dalam pengembangan produk herbal. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan salep ekstrak kunyit serta mengevaluasi stabilitas fisik dan efektivitasnya terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium. Populasi penelitian adalah tikus putih jantan (Rattus norvegicus), dengan sampel sebanyak 15 ekor yang dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perlakuan. Metode sampling dilakukan secara simple random sampling. Variabel penelitian meliputi karakteristik fisik salep, stabilitas sediaan, dan lama penyembuhan luka sayat. Salep diformulasikan dalam beberapa konsentrasi ekstrak kunyit dan dilakukan uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan stabilitas selama penyimpanan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran diameter luka setiap hari. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji ANOVA.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi salep ekstrak kunyit memiliki bentuk semi padat, homogen, pH sesuai kulit, dan stabil selama penyimpanan. Kelompok perlakuan dengan salep ekstrak kunyit menunjukkan penyembuhan luka lebih cepat dibandingkan kontrol, ditandai dengan penurunan diameter luka yang signifikan.Simpulan: Salep ekstrak kunyit memiliki stabilitas fisik yang baik dan efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih.
Copyrights © 2026