Latar Belakang: Dismenorea merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tingginya kejadian dismenorea mendorong remaja melakukan penanganan secara swamedikasi. Pengetahuan yang baik mengenai dismenorea diperlukan agar penanganan yang dilakukan tepat dan aman. Kurangnya pengetahuan dapat memengaruhi sikap remaja dalam melakukan swamedikasi dismenorea.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap swamedikasi dismenorea pada siswi di SMAN 1 Gading Rejo.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional dan pendekatan cross sectional menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap responden. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 105 responden (45,65%) dan baik sebanyak 102 responden (44,35%). Sikap swamedikasi dismenorea mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 204 responden (88,70%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value sebesar 0,064 (>0,05).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap swamedikasi dismenorea pada siswi di SMAN 1 Gading Rejo. Tingkat pengetahuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap sikap siswi dalam melakukan swamedikasi dismenorea.
Copyrights © 2026