Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pragmatik bahasa dalam meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal suami dan istri sebagai salah satu usaha preventif perceraian. Penelitian kuasi-eksperimen ini menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent control group. Sampel terdiri dari 196 pasangan yang terbagi menjadi 98 kelompok eksperimen, 98 kelompok kontrol di wilayah Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Kelompok eksperimen menerima intervensi pelatihan pragmatik bahasa berbasis handbook, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner komunikasi interpersonal dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kualitas komunikasi antara kelompok eksperimen dan kontrol (Z = -1.992, p = 0.046). Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi (Mean Rank = 106.57) dibandingkan kelompok kontrol (Mean Rank = 90.43). Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi pragmatik bahasa efektif sebagai alat preventif konflik rumah tangga. Penelitian ini menawarkan model praktis berbasis linguistik terapan untuk memperkuat ketahanan keluarga. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan melakukan studi longitudinal untuk menguji keberlanjutan efek intervensi serta memperluas cakupan sampel dan konteks konflik yang lebih beragam.
Copyrights © 2026