Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Kabupaten Magetan, terutama di wilayah kerja Puskesmas Panekan. Kendala utama penanggulangan penyakit ini di tingkat pedesaan adalah rendahnya literasi mengenai etika respirasi serta kuatnya stigma negatif terhadap penggunaan masker, yang sering dianggap sebagai penanda penyakit menular berbahaya. Kondisi tersebut menghambat upaya pemutusan rantai penularan di lingkungan padat penduduk. Program "GEMA SABAR" (Gerakan Masyarakat Sadar Batuk Teratur) diinisiasi oleh Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun sebagai solusi edukatif komprehensif bagi warga Desa Wates dengan sasaran 60 orang. Metode pelaksanaan program ini menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan interaktif mengenai patofisiologi TBC, demonstrasi praktis etika batuk menggunakan lengan dalam atau tisu, serta sosialisasi alur tata laksana pengobatan yang benar sesuai standar medis. Hasil pengabdian menunjukkan keberhasilan yang signifikan dengan adanya peningkatan skor pengetahuan warga sebesar 45% berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini berhasil membangun kesadaran kolektif warga untuk menormalisasi penggunaan masker di area publik sebagai tindakan preventif umum. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa secara mandiri untuk menurunkan risiko insidensi TBC melalui perubahan perilaku hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan di Desa Wates.
Copyrights © 2026