Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, lingkungan, dan kehidupan masyarakat pedesaan. Peningkatan suhu udara, perubahan pola curah hujan, serta meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem menyebabkan penurunan produktivitas pertanian dan meningkatnya kerentanan masyarakat desa. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat adalah melalui pengembangan Desa AgroEkoEduTourism berbasis ketahanan iklim. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian, lingkungan, pendidikan, dan wisata secara terpadu di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), dan pendampingan masyarakat. Peserta kegiatan terdiri atas kelompok tani, pemuda desa, perangkat desa, pengelola BUMDes, dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Dosen Fakultas Pertanian UISU, dan beberapa dsoen dari universitas lain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai konsep AgroEkoEduTourism, pertanian berkelanjutan, konservasi lingkungan, dan strategi adaptasi perubahan iklim. Program ini juga menghasilkan rencana pengembangan kawasan edukasi pertanian, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pembentukan model Living Laboratory berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dan mendukung terwujudnya Desa Tumpatan Nibung sebagai model Desa AgroEkoEduTourism berbasis ketahanan iklim yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026