Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi transformasi digital, terutama terkait rendahnya literasi pemasaran digital, literasi keuangan, serta keterbatasan akses terhadap pasar pengadaan pemerintah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui workshop bertema “Building Future-Ready Communities: Harmonisasi Literasi Keuangan serta Penguatan Kesehatan dan Bisnis UMKM” yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha UMKM agar lebih adaptif, berkelanjutan, dan kompetitif di era ekonomi digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Jumlah peserta pre-test sebanyak 36 orang dan post-test sebanyak 38 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 3,64 menjadi 4,13 pada skala Likert 1–5 atau meningkat sebesar 13,4%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman Katalog Elektronik Versi 6 sebesar 24,1%, diikuti pemahaman pengadaan pemerintah dan e-purchasing sebesar 17,2%. Kegiatan ini juga menghadirkan studi kasus Bakso Patih sebagai contoh UMKM yang telah menerapkan legalitas usaha, sertifikasi halal, dan perlindungan hak paten produk.
Copyrights © 2026