Pengelolaan sampah organik yang tidak tepat di tingkat rumah tangga merupakan tantangan lingkungan yang serius di Indonesia, berkontribusi pada pencemaran dan peningkatan emisi gas metana di tempat pembuangan akhir (TPA). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak sekolah kelas 6 hingga 8 mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah organik melalui metode ceramah interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan mengenai klasifikasi sampah (organik, anorganik, berbahaya, dan residu) serta teknik pengomposan sebagai solusi berkelanjutan. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap positif, dari kebiasaan membuang sampah organik menjadi termotivasi untuk memanfaatkannya. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi dini dalam membangun perilaku ramah lingkungan dan mendorong pengelolaan sampah mandiri yang mendukung keberlanjutan.
Copyrights © 2026