Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak, dan ibu menempati posisi sentral sebagai pendidik utama atau madrasah al-ula. Namun, tuntutan era digital serta anggapan bahwa pendidikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah membuat fungsi ini belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan ibu anggota Perwiritan Nur Hidayah, Perumahan Jagung, Marindal, dalam mengoptimalkan perannya sebagai pendidik utama keluarga menurut perspektif ilmu pendidikan Islam. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Desember 2025–15 Maret 2026 menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahap: persiapan dan analisis situasi; penyampaian materi dan pelatihan; pendampingan dan implementasi; serta monitoring dan evaluasi. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, simulasi, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata capaian indikator sebesar 84,62% dengan kategori sangat baik, mencakup keaktifan (88,46%), partisipasi diskusi (84,62%), pemahaman materi (84,62%), dan kesiapan implementasi (80,77%). Kegiatan ini membuktikan bahwa kelompok perwiritan berpotensi menjadi media pemberdayaan yang efektif, sekaligus menegaskan perlunya pendampingan berkelanjutan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan keluarga.
Copyrights © 2026