Penelitian ini mengkaji pengembangan produk fusion cuisine Jepang–Indonesia melalui inovasi chicken karaage dengan saus Kari Aceh serta analisis pengaruh variasi formulasi terhadap karakteristik sensori dan akseptabilitas konsumen. Permasalahan utama penelitian ini adalah perlunya pengembangan produk kuliner inovatif yang tetap mempertahankan keseimbangan cita rasa antara dua budaya gastronomi berbeda, sekaligus memiliki tingkat penerimaan konsumen yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi tingkat rempah saus Kari Aceh terhadap karakteristik sensori, menentukan formulasi optimum, serta mengukur tingkat akseptabilitas konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu K0 (kontrol), F1 (rempah rendah), F2 (rempah sedang), dan F3 (rempah tinggi), dengan responden sebanyak 30 panelis. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA serta uji lanjut Duncan/Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada sebagian besar parameter sensori seperti warna, aroma, rasa, kekentalan, dan aftertaste (p 0,05), sedangkan tekstur dan kerenyahan tidak berbeda nyata. Formulasi F2 memperoleh nilai tertinggi pada uji sensori dan hedonik serta menjadi produk paling disukai dengan tingkat akseptabilitas 66,7%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa formulasi F2 merupakan formulasi optimum karena mampu menghasilkan keseimbangan rasa terbaik antara chicken karaage dan saus Kari Aceh serta memiliki tingkat penerimaan konsumen tertinggi.Kata Kunci: fusion cuisine, uji sensori, akseptabilitas konsumen, Kari Aceh, chicken karaage
Copyrights © 2026