Keterlibatan ayah merupakan aspek penting dalam pengasuhan dan perkembangan anak usia dini, tetapi program parenting di lembaga PAUD sering kali masih menempatkan ibu sebagai peserta utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, tantangan, dan implikasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini terhadap pengembangan program parenting PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, catatan observasi, dan dokumentasi yang berkaitan dengan komunikasi keluarga dan lembaga PAUD. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah tampak dalam beberapa bentuk, yaitu kehadiran emosional, interaksi bermain, dukungan disiplin, pendampingan belajar, keterlibatan dalam rutinitas harian, dan komunikasi dengan guru. Namun, keterlibatan ayah dipengaruhi oleh tuntutan pekerjaan, kelelahan, anggapan budaya bahwa pengasuhan lebih banyak menjadi tanggung jawab ibu, serta terbatasnya kegiatan parenting yang secara khusus melibatkan ayah. Penelitian ini menyarankan agar program parenting PAUD dikembangkan secara lebih inklusif terhadap ayah melalui jadwal yang fleksibel, kegiatan praktik ayah-anak, diskusi kasus pengasuhan, dan strategi komunikasi yang secara aktif mengundang partisipasi ayah.
Copyrights © 2025