Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Persepsi Orang Tua Pekerja terhadap Kualitas Layanan Daycare dalam Mendukung Pengasuhan Anak Usia Dini di Kabupaten Bekasi Gina Asri Ruwaida; Ayu Hopiani; Muna Maisa Nada
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.794

Abstract

Orang tua pekerja membutuhkan layanan daycare yang tidak hanya membantu penitipan anak, tetapi juga menghadirkan rasa aman, komunikasi yang terbuka, dan stimulasi yang selaras dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi orang tua pekerja terhadap kualitas layanan daycare dalam mendukung pengasuhan anak usia dini di Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik survei kepada 60 orang tua pekerja yang memiliki anak usia 0-6 tahun dan menggunakan layanan daycare. Instrumen disusun berdasarkan enam aspek, yaitu keamanan, kebersihan-kesehatan, kompetensi pengasuh, komunikasi, stimulasi perkembangan, dan kepercayaan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua berada pada kategori baik dengan rerata keseluruhan 4,08. Aspek keamanan dan perlindungan anak menjadi kekuatan utama, sedangkan stimulasi perkembangan anak masih perlu diperkuat. Temuan ini menegaskan pentingnya daycare sebagai mitra pengasuhan keluarga pekerja.
Pelatihan Merancang Modul Projek Penguatan Profil Pancasila untuk Guru Sekolah Dasar Negeri di DKI Jakarta Septian Mukhlis; Bramianto Setiawan; Gina Asri Ruwaida; Elvina Nur Febriyani; Marissa Eva Listiani
Indonesian Journal of Community Service in Education Vol. 1 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Community Service in Education (IJCSE)
Publisher : PT. Intelektiva Global Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64421/ijcse.v1i2.14

Abstract

Profil Pelajar Pancasila bertujuan membentuk generasi muda Indonesia yang berkarakter dan kompeten menghadapi tantangan abad ke-21. Sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pembelajaran proyek, yang mendorong siswa untuk aktif, berpikir kritis, dan memecahkan masalah nyata. Namun, implementasi pembelajaran proyek di sekolah dasar, khususnya di DKI Jakarta, masih menghadapi tantangan, salah satunya adalah rendahnya kompetensi guru dalam merancang modul proyek yang efektif dan relevan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan program pelatihan bagi guru guna meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep Profil Pelajar Pancasila dan pembelajaran berbasis proyek. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru menyusun modul proyek yang inovatif dan sesuai kebutuhan siswa. Program ini berkontribusi dalam membentuk karakter siswa serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang sejalan dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Pelatihan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning Pedagogis) melalui Pendampingan Partisipatif bagi Guru PAUD di Kabupaten Bekasi Gina Asri Ruwaida; Titin Sunaryati; Awalina Barokah; Nining Yurista Prawitasari
Indonesian Journal of Community Service in Education Vol. 1 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Community Service in Education (IJCSE)
Publisher : PT. Intelektiva Global Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64421/ijcse.v1i3.43

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bekasi masih menghadapi kendala berupa dominasi pembelajaran konvensional, keterbatasan RPPH inovatif, penggunaan media yang kurang kontekstual, serta minimnya kolaborasi guru dan orang tua. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning pedagogis). Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan partisipatif, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan dengan melibatkan guru, kepala PAUD, dan orang tua. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran mendalam serta perbaikan kualitas RPPH berbasis deep learning berdasarkan penilaian rubrik sebelum dan sesudah pendampingan. Guru juga mampu mengembangkan media pembelajaran yang lebih kontekstual dan mendorong keterlibatan aktif anak. Program ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran PAUD dan berpotensi direplikasi di konteks PAUD lainnya.
Penguatan Kompetensi Guru Sekolah Indonesia melalui Integrasi STEAM dan Deep Learning Awalina Barokah; Gina Asri Ruwaida; Bramianto Setiawan; Zahira Mufida Rochman
Indonesian Journal of Community Service in Education Vol. 2 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Service in Education (IJCSE)
Publisher : PT. Intelektiva Global Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64421/ijcse.v2i1.78

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif yang integratif dan berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru melalui integrasi STEAM dan pembelajaran mendalam (deep learning). Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan, workshop, dan pendampingan implementasi pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis STEAM, mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, serta menerapkan pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, terjadi perubahan praktik pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih kontekstual, inovatif, dan bermakna serta mendukung pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini dan Implikasinya terhadap Program Parenting PAUD: Penelitian Gina Asri Ruwaida; Mariana Panji Ramadan; Dwiyani Anggraeni; Eka Wahyuni
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 2 Nomor 3, Januari - April 2025
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v2i3.505

Abstract

Keterlibatan ayah merupakan aspek penting dalam pengasuhan dan perkembangan anak usia dini, tetapi program parenting di lembaga PAUD sering kali masih menempatkan ibu sebagai peserta utama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, tantangan, dan implikasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini terhadap pengembangan program parenting PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, catatan observasi, dan dokumentasi yang berkaitan dengan komunikasi keluarga dan lembaga PAUD. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah tampak dalam beberapa bentuk, yaitu kehadiran emosional, interaksi bermain, dukungan disiplin, pendampingan belajar, keterlibatan dalam rutinitas harian, dan komunikasi dengan guru. Namun, keterlibatan ayah dipengaruhi oleh tuntutan pekerjaan, kelelahan, anggapan budaya bahwa pengasuhan lebih banyak menjadi tanggung jawab ibu, serta terbatasnya kegiatan parenting yang secara khusus melibatkan ayah. Penelitian ini menyarankan agar program parenting PAUD dikembangkan secara lebih inklusif terhadap ayah melalui jadwal yang fleksibel, kegiatan praktik ayah-anak, diskusi kasus pengasuhan, dan strategi komunikasi yang secara aktif mengundang partisipasi ayah.
OPTIMALISASI KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN BAGI GURU PAUD Mariana Panji Ramadan; Gina Asri Ruwaida; Haniatul Hilali Nurfazriah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi pada pendidik PAUD masih belum sepenuhnya optimal dalam menunjang proses pembelajaran yang efektif dan bermakna bagi peserta didik. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman serta minimnya pelatihan dalam mengintegrasikan aspek literasi dan numerasi ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi pendidik PAUD dalam praktik pembelajaran. Metode yang diterapkan mencakup pelatihan, pendampingan, serta evaluasi dengan menggunakan pendekatan partisipatif, yang dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan pendidik PAUD sebagai peserta utama. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam merancang serta mengimplementasikan pembelajaran berbasis literasi dan numerasi. Selain itu, peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi serta mampu mengaplikasikan hasil pelatihan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di PAUD.
Penguatan Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial bagi Siswa Sekolah Dasar melalui Model Project-Based Learning (PjBL): Penguatan Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial bagi Siswa Sekolah Dasar melalui Model Project-Based Learning (PjBL) Titin Sunaryati; Misbah Misbah; Gina Asri Ruwaida; Muhamad Sudharsono; Ela Yuliawati; Aulia Mufidah Arifani
Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Vol. 6 No. 02 (2025): Jurnal Pengabdian Pelitabangsa - Oktober 2025
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jabmas.v6i02.7366

Abstract

Penggunaan media digital yang semakin intensif di kalangan siswa sekolah dasar tidak selalu diiringi dengan kemampuan literasi digital dan pemahaman etika bermedia sosial yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, dan penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital dan etika bermedia sosial siswa sekolah dasar melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL). Kegiatan dilaksanakan di SDN Cijengkol 02 Kabupaten Bekasi dengan melibatkan siswa sebagai sasaran utama, serta guru dan orang tua sebagai pendukung keberlanjutan program. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan literasi digital dan etika bermedia sosial, penerapan PjBL melalui proyek kreatif siswa, pendampingan, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam memilah informasi digital, mengenali hoaks, serta menggunakan media sosial secara lebih bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, penerapan PjBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, keterampilan kolaborasi, kreativitas, dan berpikir kritis. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa kode etik digital kelas serta karya digital siswa yang bersifat edukatif. Dengan demikian, penguatan literasi digital dan etika bermedia sosial melalui model Project-Based Learning efektif diterapkan sebagai upaya pembentukan karakter digital siswa sekolah dasar dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah
Implementasi Microteaching Berbasis Critical Thinking Pedagogy pada Calon Guru PAUD Gina Asri Ruwaida; Mariana Panji Ramadan; Listian Indriyani Achmad; Siti Kholifah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1365

Abstract

Critical-thinking-oriented learning in early childhood education requires prospective teachers to translate reasoning skills into developmentally appropriate dialogue and exploration. This study aimed to describe the implementation of microteaching based on Critical Thinking Pedagogy among prospective early childhood teachers. Unlike conventional microteaching that commonly emphasizes general teaching performance, this approach positioned open-ended questioning, response elaboration, feedback, reflection, and re-teaching as the core of the practice cycle. A descriptive qualitative case study involved 20 students in a one-month program consisting of four meetings. Data were collected through classroom observations, learning-activity plans, reflective responses, and group interview notes, then analyzed thematically. The findings showed that open-ended questioning became the main feature of practice. Student engagement was evident in active participation, note-taking, revision of activity plans, and willingness to repeat teaching segments. Reflection strengthened their orientation toward improving teaching, while time management remained the primary challenge. Students also perceived the approach as applicable to future field practice. The study concludes that Critical Thinking Pedagogy-based microteaching provides a structured space for dialogic practice, feedback, reflection, and preparation for classroom implementation. Practically, teacher education programs can integrate this cycle into learning-design, microteaching, and teaching-practicum courses and assess the quality of interaction alongside general teaching skills.
Sosialisasi “Perlindungan Hukum Bagi Guru Dalam Mendisiplinkan Siswa” di SDN Jatimulya 11, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Nining Yurista Prawitasari; Akbar Sayudi; Gina Asri Ruwaida
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.3007

Abstract

This research focuses on how the law protects teachers from criminalization. Legal protection for teachers is the government's effort to protect teachers and other education personnel in carrying out their professional duties. The research method used is normative juridical, which is legal protection for teachers related to criminal acts of violence in the educational process as regulated in Law Number 14 of 2005 and Government Regulation Number No. 19 of 2017, amendments to Government Regulation Number 74 of 2008. There are differences in perceptions from parents and schools, especially teachers as educators, namely punishments that have a deterrent effect such as pinching, twisting, hair cutting and other disciplinary actions have been considered human rights violations based on Child Protection Law according to parents' perceptions. Meanwhile, teachers still consider these sanctions to be in the educational category for disciplining students. Legal outreach to teachers is very important to equip teachers to understand the law and raise legal awareness.
Pelatihan Partisipatif melalui Design Clinic untuk Penyusunan Aktivitas Pembelajaran Berbasis Critical Thinking bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini Gina Asri Ruwaida; Azi Matur Rahmi; Ira Restu Kurnia; Siti Kholifah
Indonesian Journal of Community Service in Education Vol. 2 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Community Service in Education (IJCSE)
Publisher : PT. Intelektiva Global Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64421/ijcse.v2i3.103

Abstract

Guru PAUD memerlukan kompetensi praktis untuk menerjemahkan berpikir kritis ke dalam aktivitas bermain, dialog, penyelidikan, dan pemecahan masalah yang sesuai perkembangan anak. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kemampuan 20 guru PAUD Al-Asthoriyah, Kota Bandung, dalam menyusun aktivitas tersebut melalui pelatihan partisipatif yang memadukan workshop, design clinic, telaah sejawat, microteaching, implementasi terbimbing, dan refleksi dalam empat pertemuan mingguan. Evaluasi menggunakan 20 rancangan awal dan 20 rancangan revisi, rubrik produk, catatan observasi, refleksi peserta, serta dokumentasi praktik. Seluruh peserta yang berjumlah 20 guru berhasil menyusun dan merevisi rancangan aktivitas pembelajaran berbasis critical thinking berdasarkan hasil design clinic, peer review, dan umpan balik fasilitator. Rancangan revisi menunjukkan perbaikan pada penggunaan pertanyaan terbuka, pemberian kesempatan anak untuk memilih dan mencoba, strategi scaffolding, serta asesmen autentik terhadap proses berpikir anak. Program juga menghasilkan bank pertanyaan terbuka dan format asesmen autentik sederhana. Telaah sejawat dan coaching kelas perlu dilanjutkan untuk menjaga konsistensi penerapan.