Penelitian ini dilakukan di PT DCS pada mesin A3Flex dan TBA200, yang mengalami penurunan efektivitas produksi akibat meningkatnya downtime, frequensy, dan waste. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel utama yang berkontribusi terhadap six big losses, memberikan gagasan untuk peningkatan dengan menggunakan metodologi TPM, serta mengevaluasi perubahan efisiensi mesin berdasarkan metrik OEE. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan lapangan, wawancara, serta catatan historis produksi dan waktu henti mesin dari Oktober 2025 hingga Maret 2026. Dilakukan analisis terhadap six big losses untuk mengidentifikasi penyebab utama kerugian yang memengaruhi efisiensi mesin. Hasil menunjukkan mesin A3Flex memiliki tingkat waktu henti yang lebih tinggi dan operasi yang kurang stabil dibandingkan dengan mesin TBA200. Penyebab utama yang berkontribusi terhadap efektivitas mesin yang kurang baik meliputi equipment failure losses (9%) pada mesin TBA200 dan reduce speed losses (20%) pada mesin A3Flex, yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan dan kinerja. Setelah analisis, rekomendasi peningkatan dirumuskan melalui penerapan pilar TPM, khususnya autonomus maintenance dan planned maintenance, dengan menekankan inspeksi rutin, penjadwalan pemeliharaan preventif, dan pemantauan kondisi mesin secara berkala.
Copyrights © 2026