Rakay Ediargo Toyosito
Universitas Tangerang Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Efektivitas Mesin Tetrapak Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Dan Total Productive Maintenance Di PT DCS Rachmat Gunawan; Sita Kurniaty Ratoko; Angga Widyas Swara; Lifia Citra Ramadhanti; Rakay Ediargo Toyosito
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.804

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT DCS pada mesin A3Flex dan TBA200, yang mengalami penurunan efektivitas produksi akibat meningkatnya downtime, frequensy, dan waste. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel utama yang berkontribusi terhadap six big losses, memberikan gagasan untuk peningkatan dengan menggunakan metodologi TPM, serta mengevaluasi perubahan efisiensi mesin berdasarkan metrik OEE. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan lapangan, wawancara, serta catatan historis produksi dan waktu henti mesin dari Oktober 2025 hingga Maret 2026. Dilakukan analisis terhadap six big losses untuk mengidentifikasi penyebab utama kerugian yang memengaruhi efisiensi mesin. Hasil menunjukkan mesin A3Flex memiliki tingkat waktu henti yang lebih tinggi dan operasi yang kurang stabil dibandingkan dengan mesin TBA200. Penyebab utama yang berkontribusi terhadap efektivitas mesin yang kurang baik meliputi equipment failure losses (9%) pada mesin TBA200 dan reduce speed losses (20%) pada mesin A3Flex, yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan dan kinerja. Setelah analisis, rekomendasi peningkatan dirumuskan melalui penerapan pilar TPM, khususnya autonomus maintenance dan planned maintenance, dengan menekankan inspeksi rutin, penjadwalan pemeliharaan preventif, dan pemantauan kondisi mesin secara berkala.
Perancangan Tata Letak Produk Pada Warehouse Finish Good PT TES Dengan Metode ABC Classification Dan Class Based Storage Payung Ginting; Abimanyu Abimanyu; Abby Yazid Bustommy; Mochamad Eko Nugroho; Rakay Ediargo Toyosito
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.807

Abstract

Efisiensi operasional gudang dipengaruhi oleh kesesuaian tingkat pergerakan produk dengan lokasi penyimpanannya. Pada warehouse finish good PT TES, produk dengan frekuensi pergerakan tinggi masih ditempatkan jauh dari loading area sehingga meningkatkan jarak perpindahan material handling dan waktu persiapan pengiriman. Penelitian ini bertujuan merancang tata letak penyimpanan yang lebih efisien untuk mengurangi jarak tempuh dan waktu proses pengiriman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran langsung. Produk diklasifikasikan menggunakan metode ABC Classification berdasarkan frekuensi pergerakan menjadi kelas A, B, dan C, kemudian dirancang tata letak menggunakan metode Class Based Storage sesuai karakteristik pergerakannya. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tata letak eksisting dan usulan berdasarkan jarak tempuh material handling serta waktu ritase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk kelas A (fast moving) dapat ditempatkan lebih dekat dengan area loading. Tata letak usulan menurunkan rata-rata jarak tempuh material handling dari 87,4 meter menjadi 56,2 meter (35,69%) dan waktu ritase dari 1.054 detik menjadi 801 detik (23,98%). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi metode ABC Classification dan Class Based Storage efektif meningkatkan efisiensi operasional warehouse dan mendukung kelancaran distribusi produk.
Identifikasi Dan Perbaikan Kegagalan Operasional Mesin Chiller Menggunakan Failure Tree Analysis (FTA), Failure Mode And Effects Analysis (FMEA), Dan 5w+1h Di PT MIJ 1 Muhamad Arraffi; Abimanyu Abimanyu; Rakay Ediargo Toyosito; Sita Kurniaty Ratoko; Lifia Citra Ramadhanti
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.927

Abstract

Mesin chiller merupakan peralatan penting dalam menjaga suhu ruangan produksi agar tetap sesuai standar proses. Tingginya frekuensi kerusakan mesin chiller dapat mengganggu operasional produksi, menurunkan kualitas produk, serta meningkatkan biaya perawatan. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang komprehensif untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan dan menentukan tindakan perbaikan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis penyebab tingginya tingkat kerusakan mesin chiller di area Utility PT MIJ 1 serta menyusun usulan perbaikan yang efektif untuk meminimalkan potensi kegagalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab kegagalan, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), diagram Ishikawa untuk mengelompokkan faktor penyebab, serta pendekatan 5W+1H untuk menyusun rekomendasi perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kerusakan berasal dari aspek metode, mesin, dan manusia. Berdasarkan analisis FMEA, tiga penyebab dengan nilai RPN tertinggi adalah belum adanya standar parameter atau SOP operasional mesin chiller (RPN = 180), mesin chiller mengalami shutdown dan tidak termonitoring (RPN = 180), serta kurangnya pelatihan teknisi (RPN = 120). Analisis Ishikawa dan FTA menguatkan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan akar penyebab dominan. Implementasi perbaikan melalui penyusunan SOP, pelatihan teknisi, dan pemasangan sistem monitoring menghasilkan penurunan suhu ruangan produksi dari 23,9°C menjadi 21,3°C atau sebesar 10,88% dalam periode enam bulan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode FTA, FMEA, dan ishikawa efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab kerusakan serta mendukung penyusunan tindakan perbaikan yang mampu meningkatkan kinerja mesin chiller. Perusahaan disarankan untuk melakukan evaluasi berkala terhadap SOP, program pelatihan teknisi, dan sistem monitoring guna menjaga keandalan mesin secara berkelanjutan.