yang cenderung terpinggirkan oleh penekanan pada kemampuan akademik awal seperti membaca dan berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode bercerita menggunakan modul terhadap perkembangan bahasa anak usia dini di TKS DW Tunas Harapan Mongging Barat Pademawu Pamekasan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group, melibatkan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapat perlakuan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan modul (yang berisi buku cerita bergambar dan video), sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional tanpa perlakuan bercerita. Data dikumpulkan melalui observasi perkembangan bahasa menggunakan lembar observasi yang telah divalidasi, dan dianalisis dengan uji Wilcoxon untuk perubahan pre–post dalam kelompok serta uji Mann‑Whitney untuk perbedaan antarkelompok dengan p = 0,001. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan perkembangan bahasa pada kelas eksperimen dan tidak terdapat perubahan bermakna pada kelas kontrol. Uji beda antarkelompok menunjukkan perbedaan signifikan skor perkembangan bahasa setelah perlakuan, yang mengindikasikan bahwa metode bercerita menggunakan modul berpengaruh positif terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Temuan ini menegaskan bahwa metode bercerita yang dirancang interaktif dan didukung modul media visual layak diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran PAUD formal (TK). Kata kunci: metode bercerita, perkembangan bahasa, anak usia dini, modul pembelajaran, quasi eksperimen
Copyrights © 2026