Qurnia Andayani
Politeknik Negeri Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penta-helix “Desa Emas” As A Commitment to Accelerate Stunting Reduction in Sumenep Regency, East Java Province Qurnia Andayani; Septi Ariadi; Toetik Koesbardiati; Nuraini Fauziah; Bayu Praharsena
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.64-75

Abstract

Desa Emas is Elimination for Stunting in the Village that focuses on action to catalyst the reduction of stunting that carried out in 18 district/city in East Java. This program is initiated requires cooperation in achieving the goals. Collaboration that actively involves various sectors is very important, especially using penta-helix strategy include government, college, community, media mass and business partners to commit the acceleration of the stunting reduction. This study aims to describe the implementation of the penta-helix strategy "Desa Emas" in the perception commitment and stunting reduction in Sumenep Regency, East Java Province. The method used is descriptive qualitative with purposive samples, data obtained through in-depth interviews, observations and FGDs to the staff of the Health District Department, sub-district PLKB, village heads, BUMDES managers, family support teams consisting of midwives, PKK cadres, and family planning cadres in 10 stunting locus villages in Sumenep Regency. The results showed that the Sumenep Regency Government had optimized the policies that were prepared with cooperation support of government officials until the village level, media mass, business partner, community, and academic support. The national support for stunting reduction is very important, because of that the action plan of penta-helix strategy is needed to support a commitment to accelerate the stunting reduction sustainability. Keywords: Penta-helix, Commitment, Stunting, Desa Emas
Pengaruh Metode Bercerita Menggunakan Modul Terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Nur Khalilah; Qurnia Andayani; Nur Iszakiyah; Willi Holis; Taufiqur Rahman; Nindi Pramesti Vardila Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57982

Abstract

yang cenderung terpinggirkan oleh penekanan pada kemampuan akademik awal seperti membaca dan berhitung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode bercerita menggunakan modul terhadap perkembangan bahasa anak usia dini di TKS DW Tunas Harapan Mongging Barat Pademawu Pamekasan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe nonequivalent control group, melibatkan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapat perlakuan pembelajaran dengan metode bercerita menggunakan modul (yang berisi buku cerita bergambar dan video), sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional tanpa perlakuan bercerita. Data dikumpulkan melalui observasi perkembangan bahasa menggunakan lembar observasi yang telah divalidasi, dan dianalisis dengan uji Wilcoxon untuk perubahan pre–post dalam kelompok serta uji Mann‑Whitney untuk perbedaan antarkelompok dengan p = 0,001. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan perkembangan bahasa pada kelas eksperimen dan tidak terdapat perubahan bermakna pada kelas kontrol. Uji beda antarkelompok menunjukkan perbedaan signifikan skor perkembangan bahasa setelah perlakuan, yang mengindikasikan bahwa metode bercerita menggunakan modul berpengaruh positif terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Temuan ini menegaskan bahwa metode bercerita yang dirancang interaktif dan didukung modul media visual layak diintegrasikan secara sistematis dalam pembelajaran PAUD formal (TK). Kata kunci: metode bercerita, perkembangan bahasa, anak usia dini, modul pembelajaran, quasi eksperimen