Kulit buah aren (Arenga Pinnata Merr.) merupakan limbah tanaman yang mengandung metabolit sekunder dan berpotensi sebagai antimikroba alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak etanol 70% kulit buah aren dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis ATCC 6633, Escherichia coli ATCC 25922, dan jamur Candida albicans, serta mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas antimikroba diuji dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat pertumbuhan B. subtilis dan E. coli, tetapi tidak menghambat pertumbuhan C. albicans. Konsentrasi 75% merupakan konsentrasi paling efektif dengan zona hambat sebesar 2,06 mm terhadap B. subtilis (kategori lemah) dan 8,16 mm terhadap E. coli (kategori sedang). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi p<0,05, yang menandakan adanya pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antimikroba. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 70% kulit buah aren berpotensi sebagai antimikroba alami terhadap B. subtilis dan E. coli.
Copyrights © 2026