Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) telah menjadi fokus utama dalam literatur pendidikan untuk meningkatkan kualitas pengajaran yang menghargai keanekaragaman budaya peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan CRT dalam pembelajaran di kelas 2 SDN Pandanwangi 3 Malang. Penelitian ini berupa kualitatif deskriptif, menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil wawancara dengan guru di kelas 2B menunjukkan bahwa peserta didik tertarik dengan tarian tradisional Bantengan, yang berasal dari daerah asal Malang. Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik lebih terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan budaya responsif (CRT). Pelajar aktif bertanya dan menjawab pertanyaan guru. Selain itu, pendekatan pembelajaran Culturally Responsive (CRT) dianggap berhasil apabila peserta didik dapat membangun rasa saling menghormati terhadap keragaman budaya, baik yang dimiliki oleh orang lain maupun diri mereka sendiri. Adapun hasil wawancara dengan guru kelas 2C menunjukkan bahwa guru masih belum memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendekatan pembelajaran budaya responsif. Guru juga menjelaskan bahwa belum memberikan perhatian yang cukup pada penerapan pendekatan ini. Menurut data yang dikumpulkan dari observasi yang dilakukan di kelas 2C selama kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan pendekatan CRT, peserta didik menunjukkan minat dan antusiasme untuk belajar. Ini terjadi ketika peserta didik belajar tentang keberagaman di sekolah.
Copyrights © 2024