Keterbatasan finansial dan minimnya fasilitas belajar di luar jam sekolah sering kali menjadi faktor utama pemicu ketertinggalan akademik serta kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui lima tahapan sistematis (problem, root of the problem, solution, program, dan implementation), program pengabdian yang dikawal oleh mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya ini bertujuan untuk memeratakan kesempatan belajar anak melalui penyelenggaraan bimbingan belajar gratis di Dusun Tambak Sari, Desa Tambak Rejo, Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif untuk memantau perubahan sikap dan pemahaman akademik peserta secara faktual. Sasaran program difokuskan pada siswa kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah dengan materi spesifik IPAS mengenai struktur bagian-bagian bunga, di mana mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya bertindak sebagai pendamping utama dibantu oleh remaja setempat sebagai fasilitator. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep, kemandirian, kedisiplinan, serta keberanian siswa dalam proses instruksional. Pendampingan kelompok kecil ini efektif memitigasi hambatan les berbayar, meningkatkan kesiapan akademik anak, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap urgensi pendidikan di tingkat basis warga.
Copyrights © 2026