Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Influence of Digital Literacy on Students' Critical Thinking Skills Didit Darmawan; Mas Ummu Chasbiyah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 11 No 2 (2026): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/c20fqp86

Abstract

This study examines the impact of digital literacy on the critical thinking skills of elementary school students (Madrasah Ibtidaiyah, MI). With the rapid development of digital technology, the use of the internet and digital devices has become increasingly widespread in daily life, including in the education sector. However, not all students are able to use digital information critically and effectively, making digital literacy a crucial competency that must be developed from an early age. A qualitative approach using a literature review method was applied in this study. Data was collected from various sources, such as books, journals, and other academic publications, and then analyzed using content analysis techniques. The results of the study of ten research articles indicate that digital literacy, reading literacy, interest in reading, interest in learning, and independent learning are interrelated and have a positive influence on the critical thinking skills of elementary school students. Digital literacy facilitates students in accessing, understanding, and evaluating information effectively, while the implementation of literacy-based learning supported by digital media is also capable of encouraging student engagement and participation in the learning process.
Program Bimbel Gratis sebagai Upaya Pemerataan Kesempatan Belajar Anak Kurang Mampu di Dusun Tambak Sari Putri Lailatul Maghfiroh; Mas Ummu Chasbiyah; Mujia Arrizhma; Denis Nurista Sari; Annisa Suci Maryana; Hidayatus Sholikhah; Yurid Citra Ayu Putri; Nadia Marta Trilova; Rahayu Mardikaningsih; Fayola Issalillah
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan finansial dan minimnya fasilitas belajar di luar jam sekolah sering kali menjadi faktor utama pemicu ketertinggalan akademik serta kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) melalui lima tahapan sistematis (problem, root of the problem, solution, program, dan implementation), program pengabdian yang dikawal oleh mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya ini bertujuan untuk memeratakan kesempatan belajar anak melalui penyelenggaraan bimbingan belajar gratis di Dusun Tambak Sari, Desa Tambak Rejo, Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif untuk memantau perubahan sikap dan pemahaman akademik peserta secara faktual. Sasaran program difokuskan pada siswa kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah dengan materi spesifik IPAS mengenai struktur bagian-bagian bunga, di mana mahasiswa KKN Universitas Sunan Giri Surabaya bertindak sebagai pendamping utama dibantu oleh remaja setempat sebagai fasilitator. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep, kemandirian, kedisiplinan, serta keberanian siswa dalam proses instruksional. Pendampingan kelompok kecil ini efektif memitigasi hambatan les berbayar, meningkatkan kesiapan akademik anak, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap urgensi pendidikan di tingkat basis warga.
The Effectiveness of Cooperative Methods and Interactive Digital Media on Elementary School Learning Interest Didit Darmawan; Mas Ummu Chasbiyah; Anggraini Novita Sari
Molang: Journal Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2026): Molang: Journal Islamic Education
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jm.v4i2.2021

Abstract

In the digital age, the learning process must innovate to maintain students' optimal learning interest. Students tend to be more engaged in learning that involves interactive digital media than in conventional teacher-centered methods. This study aims to analyze the effectiveness of cooperative learning and the use of interactive digital media in enhancing the learning interest of elementary school students. The method used is qualitative with a literature review approach through the analysis of relevant scientific sources from journals, books, and academic publications. Data were analyzed using content analysis by examining and comparing the results of previous studies. The findings indicate that cooperative learning is effective in increasing student participation, collaboration, and learning engagement. Furthermore, interactive digital media such as animations, quizzes, and educational videos have been proven to make learning more engaging and reduce student boredom. The combination of these two approaches consistently enhances students' learning interest at the elementary school level. Thus, it can be concluded that the integration of cooperative learning and interactive digital media is effective in creating active, interactive learning experiences that align with the characteristics of students in the digital age.
KESELAMATAN BERLALU LINTAS: PENGAWASAN PERSIMPANGAN JALAN UNTUK MENCEGAH KECELAKAAN DI KECAMATAN WARU Mila Hariani; Laili Mas Ulliyah Hasan; Didit Darmawan; Rahayu Mardikaningsih; Rafadi Khan Khayru; Muhammad Yusron Maulana El Yunusi; Ahmad Alfan Al Azizi; Iis Maulidiyah; Faisal Bahri; Mas Ummu Chasbiyah
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2227

Abstract

Low road user discipline and suboptimal traffic supervision in the field result in a high accident rate on the highway. This community service activity aims to improve traffic order and safety through direct supervision at the Waru Flyover, Waru District, Sidoarjo Regency. The method used is Participatory Action Research (PAR) which includes the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. The results of the activity show that the implementation of supervision is able to improve the order of vehicle flow, encourage road users' compliance with traffic regulations, and increase public awareness to drive more safely and responsibly.   Rendahnya disiplin pengguna jalan serta kurang optimalnya pengawasan lalu lintas di lapangan mengakibatkan tingkat rawan kecelakaan yang tinggi di jalan raya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketertiban dan keselamatan lalu lintas melalui pengawasan langsung di persimpangan Flyover Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan mampu meningkatkan ketertiban arus kendaraan, mendorong kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berkendara secara lebih aman dan bertanggung jawab.
STRATEGI PERLUASAN AKSES: FASILITASI LAYANAN BPJS BAGI WARGA DI KELURAHAN PEJAGAN, KECAMATAN BANGKALAN Ella Anastasya Sinambela; Didit Darmawan; Fayola Issalillah; Rafadi Khan Khayru; Rasti Nur Alfaisya Safitri; Najwa Dhakiro Rochmah; Tasya Aulia Rizka; Mas Ummu Chasbiyah; Moch. Avif Chilmi Yahya; Ach Nur Irchamul Kholqil Lazuardy
Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ela.v5i1.2233

Abstract

Complex administrative bureaucracy and a lack of understanding of referral procedures often hinder the public from utilizing state health insurance. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, this community service program aims to optimize the utilization of BPJS Kesehatan services for residents of Pejagan Village. Activities were carried out in densely populated residential areas through collaboration between village officials, health cadres, and students. Data collection was conducted using a combination of field observation, interviews, documentation, and questionnaires. The intervention results demonstrated an increase in residents' knowledge regarding jurisdictional rights, participant obligations, and administrative compliance within the tiered referral process. Direct assistance proved effective in mitigating registration obstacles, reducing technical complaints, and strengthening communication networks between beneficiaries and service providers. This multi-stakeholder synergy successfully transformed the community base into a more active and independent one in securing the fulfillment of their right to health insurance.   Rumitnya birokrasi administrasi dan minimnya pemahaman prosedur rujukan sering kali menghambat masyarakat dalam memanfaatkan jaminan kesehatan negara. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), program pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan layanan BPJS Kesehatan bagi warga di Kelurahan Pejagan. Kegiatan dilaksanakan di kawasan pemukiman padat penduduk melalui kolaborasi antara perangkat kelurahan, kader kesehatan, dan mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kombinasi teknik observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner. Hasil intervensi membuktikan adanya eskalasi pengetahuan warga mengenai yurisdiksi hak, kewajiban kepesertaan, serta kepatuhan administratif dalam alur rujukan berjenjang. Pendampingan langsung terbukti efektif memitigasi kendala pendaftaran, mereduksi keluhan teknis, dan mempererat jejaring komunikasi antara penerima manfaat dengan penyelenggara layanan. Sinergi multipihak ini berhasil mengubah basis komunitas menjadi lebih aktif dan mandiri dalam mengamankan pemenuhan hak jaminan kesehatan.