Seiring meningkatnya permintaan energi dunia dan menurunnya cadangan bahan bakar fosil, biodiesel dikaji sebagai pilihan energi terbarukan. Penelitian ini berupaya mengevaluasi kemampuan berbagai bahan baku biodiesel serta proses produksinya melalui tinjauan literatur naratif. Diperiksa 15 artikel ilmiah selama sepuluh tahun terakhir dengan memfokuskan pada tipe bahan baku, metode produksi, tingkat efisiensi konversi, dan kualitas biodiesel. Penilaian potensi bahan baku meliputi kandungan minyak, efisiensi konversi, kemudahan budidaya, kompetisi dengan kebutuhan pangan, serta kepatuhan terhadap standar ASTM dan EN. Hasilnya mengindikasikan bahwa kelapa sawit dan mikroalga berada di peringkat teratas karena memiliki kadar minyak tinggi dan konversi yang efektif. Minyak bekas gorengan (jelantah) juga dianggap potensial karena biaya produksi rendah serta dampak lingkungan yang lebih kecil. Teknik transesterifikasi menjadi metode paling umum karena sederhana, efisien, dan memberikan hasil biodiesel tinggi. Pada intinya, biodiesel yang dihasilkan dari berbagai bahan baku dapat mendukung pengembangan energi terbarukan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026